
FEBUPNVJ – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (BEM FEB UPNVJ) menyelenggarakan Seminar Literasi dan Inklusi Keuangan bekerja sama dengan PT Pool Advista Finance Tbk pada Sabtu (13/6). Mengusung tema “Mengenal Lembaga Keuangan Non-Bank”, kegiatan yang berlangsung secara luring di Gedung Soepomo Ruang 303–304 ini diikuti oleh 69 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Jakarta. Seminar tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan literasi keuangan sekaligus edukasi bagi mahasiswa agar memahami peran lembaga keuangan non-bank dalam sistem keuangan nasional.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai fungsi, peran, dan kontribusi lembaga keuangan non-bank terhadap perekonomian. Selain itu, peserta memperoleh wawasan mengenai pengelolaan aset, perencanaan keuangan, serta pentingnya inklusi keuangan agar mampu memanfaatkan layanan keuangan secara optimal dan bertanggung jawab.
Seminar dibuka dengan sambutan dari Rendy selaku keynote speaker. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai bekal generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
“Seminar ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami peran lembaga keuangan non-bank serta pentingnya literasi keuangan sebagai bekal menghadapi dinamika ekonomi di masa depan. Mahasiswa juga perlu terus aktif memperluas wawasan di luar ruang perkuliahan,” ujarnya.
Pada sesi utama, Senior Manager Risk & Compliance PT Pool Advista Finance Tbk, Andini Muharrani, menjelaskan mekanisme operasional lembaga keuangan non-bank, pengelolaan risiko, serta pentingnya kepatuhan dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
“Industri keuangan non-bank dapat berjalan dengan baik apabila pengelolaan risiko dan kepatuhan dijalankan secara konsisten, karena kepercayaan masyarakat adalah aset paling berharga bagi sebuah lembaga keuangan,” kata Andini.
Materi berikutnya disampaikan oleh Manager Investasi PT Pool Advista Finance Tbk, Brillianto Wisnugroho. Ia mengulas berbagai bentuk investasi ilegal yang marak terjadi, termasuk karakteristik skema Ponzi serta langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghindarinya.
“Jangan mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar tanpa memahami bagaimana sistem tersebut bekerja. Literasi keuangan menjadi bekal penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan investasi secara bijak,” ungkap Brillianto.
Paparan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai fenomena investasi ilegal, pengelolaan aset, serta peluang dan risiko investasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Melalui seminar ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai lembaga keuangan non-bank, tetapi juga memahami pentingnya perencanaan keuangan dan pengelolaan aset yang sehat sebagai fondasi kesejahteraan finansial. Sebagai bentuk apresiasi, peserta yang mengikuti kegiatan hingga selesai memperoleh e-certificate, Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), konsumsi, serta voucher belanja.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara panitia, narasumber, dan peserta sebagai simbol kolaborasi yang terjalin antara dunia akademik dan industri. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus diperkuat melalui berbagai program edukasi yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan sektor keuangan.
