FEBUPNVJ – Himpunan Mahasiswa S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ) menyelenggarakan Conference of Management (COMMENT) 2026 bertema “Being Relevant in the Age of AI” pada Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang berlangsung secara luring di Auditorium Dr. Wahidin Sudiro Husodo Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jakarta serta daring melalui Zoom Meeting ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri atas mahasiswa UPNVJ dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai perkembangan Artificial Intelligence (AI) serta strategi menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis di era digital.

COMMENT 2026 menghadirkan dua narasumber yang aktif di bidang industri kreatif dan teknologi digital, yakni Meisya Sallwa sebagai content creator, penulis, dan public speaker, serta Raid Agil sebagai content creator dan Social Media Content Strategist di Tokocrypto. Kehadiran kedua pembicara memberikan perspektif praktis mengenai pemanfaatan teknologi AI sekaligus keterampilan yang perlu dimiliki generasi muda agar tetap kompetitif di masa depan.

Ketua Program Studi S1 Manajemen UPN “Veteran” Jakarta, Siti Hidayati, S.E., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus disikapi secara bijaksana. Menurutnya, Artificial Intelligence perlu dimanfaatkan sebagai alat yang mendukung produktivitas, memperkuat analisis, dan meningkatkan efektivitas kerja, bukan sebagai sarana untuk melakukan kecurangan dalam proses pembelajaran maupun pekerjaan.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan adaptasi sebagai salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki mahasiswa. Dengan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi diri sendiri sekaligus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi tuntutan dunia kerja yang terus berubah.

Rangkaian kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, dan talkshow. Dalam sesi pertama, Meisya Sallwa membahas pentingnya menjaga relevansi di tengah perkembangan AI yang semakin pesat. Ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi tidak akan sepenuhnya menggantikan kemampuan manusia, terutama dalam aspek pengalaman, kreativitas, emosi, serta perspektif yang unik dalam menghasilkan karya dan mengambil keputusan.

Sementara itu, Raid Agil mengajak peserta untuk memandang AI sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas. Menurutnya, teknologi AI mampu membantu mempercepat proses pengolahan dan analisis data, mendukung efisiensi pekerjaan, serta menghasilkan keputusan yang lebih efektif apabila digunakan secara tepat.

Dalam sesi talkshow, kedua narasumber menyoroti pentingnya kemampuan berpikir kritis sebagai keterampilan yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Selain itu, mereka menekankan perlunya menjaga autentisitas dalam berkarya dan membangun personal branding yang kuat agar tetap memiliki nilai diferensiasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai pemanfaatan AI secara strategis sekaligus memahami pentingnya membangun kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. COMMENT 2026 juga mendorong mahasiswa untuk memiliki pola pikir adaptif, inovatif, dan terbuka terhadap perubahan sehingga mampu memanfaatkan peluang yang muncul dari transformasi digital.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi atas ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan, dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta.

Share :