
FEBUPNVJ – Enterprise Development Center (EDC) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ) menyelenggarakan kegiatan Veteranpreneur Connect 2026 bertema “Beyond the Business: Things I Wish I Knew Earlier” pada Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang menghadirkan praktisi bisnis Elva Yunita sebagai narasumber ini bertujuan membekali peserta dengan pemahaman praktis mengenai pengembangan bisnis yang terarah, mulai dari validasi masalah, penyusunan sistem kerja, hingga strategi percepatan pertumbuhan usaha. Acara berlangsung di bawah arahan Pembina EDC Irfan Handoko serta dipimpin oleh Diandra Muthia Hasana selaku Project Officer dan Rahma Fauziah sebagai Vice Project Officer.
Dalam pemaparannya, Elva Yunita menegaskan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh semangat berwirausaha, tetapi juga oleh arah dan fondasi yang kuat. Menurutnya, banyak usaha bermula dari ide yang baik, namun menghadapi berbagai kendala karena belum didukung oleh validasi pelanggan, pengelolaan arus kas yang sehat, sistem operasional yang rapi, serta ukuran kinerja yang jelas dan konsisten.
“Validasi terlebih dahulu, rapikan sistem, baru percepat pertumbuhan. Pertumbuhan yang sehat dimulai dari keputusan yang jelas dan bukti yang cukup,” ujar Elva.
Ia menjelaskan bahwa pelanggan tidak membeli sebuah ide, melainkan solusi yang mampu mengurangi atau menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Oleh karena itu, peserta diajak memahami dan menerapkan pendekatan Design Thinking serta Lean Startup sebagai landasan dalam mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.
Sejumlah konsep penting yang disampaikan dalam sesi materi antara lain prinsip Problem First, yaitu mendorong pelaku usaha untuk berfokus pada masalah pelanggan sebelum merancang solusi. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menentukan target pasar secara spesifik karena pasar tidak dapat didefinisikan sebagai “semua orang”. Segmentasi dan positioning yang tepat akan memudahkan penyusunan strategi produk, harga, promosi, hingga saluran distribusi.
Selain itu, Elva memperkenalkan penggunaan Business Model Canvas (BMC) sebagai alat untuk menguji asumsi bisnis yang memiliki tingkat risiko tertinggi. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai Minimum Viable Product (MVP), yaitu versi produk paling sederhana yang dapat digunakan untuk menguji kebutuhan dan respons pelanggan sebelum melakukan pengembangan lebih lanjut.
Kegiatan semakin interaktif melalui sesi Gallery Shopping yang dipandu langsung oleh narasumber. Pada sesi ini, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi, ide bisnis, dan solusi yang telah mereka susun selama kegiatan berlangsung. Peserta kemudian berkeliling untuk mengamati, mempelajari, serta memberikan masukan terhadap hasil kerja kelompok lain.
Metode Gallery Shopping memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai berbagai tantangan dan peluang dalam dunia usaha. Melalui pertukaran gagasan dan pengalaman, peserta tidak hanya belajar dari kelompoknya sendiri, tetapi juga mendapatkan wawasan baru dari strategi dan pendekatan yang dikembangkan oleh peserta lainnya.
Di penghujung kegiatan, Elva Yunita mengajak peserta membawa pulang tiga pelajaran utama, yakni mengenali kesalahan yang sering terjadi dalam pengambilan keputusan bisnis, mengubah ide menjadi hipotesis yang dapat diuji, serta menyusun langkah konkret dalam rentang waktu 30, 60, dan 90 hari ke depan untuk memastikan perkembangan usaha berjalan secara terukur.
Melalui Veteranpreneur Connect 2026, EDC FEB UPNVJ terus memperkuat perannya sebagai wadah pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya wirausaha muda yang tidak hanya kreatif dalam menghasilkan ide, tetapi juga mampu membangun bisnis yang berkelanjutan melalui pendekatan berbasis data, validasi pelanggan, dan pengelolaan usaha yang sistematis. Sejalan dengan komitmen FEB UPNVJ dalam mencetak lulusan yang adaptif dan berdaya saing, program ini menjadi bagian dari upaya fakultas untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan yang inovatif serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi dan dunia usaha di Indonesia.
