FEBUPNVJ — Strategi yang jelas, tim yang solid, penguasaan teknis, serta kemampuan mengelola waktu menjadi sejumlah faktor penting dalam membangun prestasi mahasiswa. Hal tersebut disampaikan M. Faturrohman Arkaan Suryono, S.M., alumni Program Studi Manajemen FEB UPN “Veteran” Jakarta angkatan 2021, dalam sesi inspiratif PKKMB FEB UPNVJ 2026 di Balai Komando Cijantung, Jakarta Timur pada Kamis (13/8/2026).

Dalam dialog yang dimoderatori Kevin, Arkaan membagikan perjalanan akademik dan pengalamannya mengikuti berbagai kompetisi hingga meraih kemenangan di tingkat nasional. Ia menilai mahasiswa perlu menentukan strategi sejak awal agar aktivitas yang dilakukan tidak sekadar terlihat aktif, tetapi menghasilkan capaian yang terukur.

Menurut Arkaan, salah satu langkah awal yang dapat dilakukan mahasiswa adalah membangun aktivitas produktif, termasuk melalui bisnis, riset, kompetisi, dan kegiatan organisasi. Ia juga menekankan pentingnya keberanian memanfaatkan lingkungan kampus sebagai ruang untuk berkembang.

Dalam membentuk tim kompetisi, Arkaan menilai pemilihan anggota tidak cukup didasarkan pada kemampuan yang terlihat di atas kertas. Karakter, perilaku, sikap, budaya kerja, serta potensi dampak yang dapat dihasilkan juga harus menjadi pertimbangan.

“Jangan hanya melihat CV. Kita perlu melihat culture, perilaku, attitude, serta kontribusi apa yang bisa diberikan,” jelasnya.

Arkaan mengaku pernah mengikuti sekitar 10 kompetisi dan berhasil meraih kemenangan dalam beberapa di antaranya. Pengalaman tersebut diperoleh melalui proses membangun kemampuan teknis, khususnya dalam kompetisi business plan dan riset.

Ia juga memanfaatkan kesempatan untuk belajar bersama dosen dan terlibat dalam berbagai aktivitas akademik. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses latihan yang membuat kemampuan mahasiswa berkembang secara bertahap.

Salah satu periode yang paling berkesan bagi Arkaan terjadi pada 2024. Ia untuk pertama kalinya meraih kemenangan tingkat nasional dalam kompetisi business plan di Universitas Brawijaya dengan gagasan yang berkaitan dengan peternakan.

Pada saat yang sama, ia harus membagi perhatian antara kompetisi, rapat, tugas akademik, skripsi, hingga kegiatan magang. Kondisi tersebut mengajarkannya bahwa kolaborasi menjadi kunci untuk bekerja secara lebih efisien.

Selain kemampuan teknis, Arkaan menekankan pentingnya manajemen waktu. Menurutnya, pekerjaan yang dapat diselesaikan hari ini sebaiknya tidak ditunda karena kebiasaan menunda dapat menghambat pencapaian target.

Dalam menghadapi kegagalan, Arkaan mengingatkan mahasiswa untuk tidak membandingkan perjalanan pribadi dengan pencapaian orang lain. Setiap orang memiliki latar belakang dan proses yang berbeda sehingga keberhasilan seseorang tidak dapat dijadikan ukuran mutlak bagi perjalanan orang lain.

“Jangan membandingkan timeline kita dengan orang lain. Kita tidak tahu apa yang sudah mereka lalui sebelum sampai di titik itu,” ujarnya.

Ia menyarankan mahasiswa untuk memulai dari langkah kecil, menjalankannya secara bertahap, dan menjaga konsistensi. Menurutnya, keberhasilan tidak selalu datang dari satu lompatan besar, tetapi dari akumulasi proses yang dilakukan secara terus-menerus.

Pesan tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa baru FEB UPNVJ untuk mulai membangun perjalanan prestasi sejak awal perkuliahan. Dengan strategi, kolaborasi, persiapan matang, dan konsistensi, mahasiswa memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan potensi dan menghasilkan capaian yang berdampak.

Share :