
FEBUPNVJ – Tim Pyrite Impact dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ) berhasil meraih Juara 1 pada ajang Investment 101 – ER Competition. Tim yang terdiri atas Maha Surachman sebagai ketua serta Rizky Ardiansyah dan Elizabeth Auro sebagai anggota tersebut unggul melalui analisis investasi saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dengan fokus pada prospek proyek smelter aluminium. Prestasi ini menjadi bukti kemampuan mahasiswa FEB UPNVJ dalam mengintegrasikan riset, analisis investasi, dan strategi presentasi di tingkat kompetisi nasional.
Perjalanan menuju kemenangan tidak berlangsung mudah. Sejak tahap awal, tim harus menyusun paper investasi yang berangkat dari kajian mendalam terhadap kinerja dan prospek ADMR. Mereka membangun tesis investasi yang berfokus pada pengembangan smelter aluminium sebagai salah satu faktor utama yang dinilai mampu meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang. Proses penyusunan paper dilakukan melalui berbagai tahapan riset, diskusi, serta revisi berulang untuk memastikan setiap argumen didukung oleh data dan analisis yang kuat.
Menurut tim, tantangan terbesar tidak hanya terletak pada pengolahan data keuangan, tetapi juga pada kemampuan membangun keyakinan terhadap tesis investasi yang disusun. Berbagai dinamika industri pertambangan dan perubahan kondisi pasar mengharuskan mereka menelaah setiap asumsi secara kritis agar rekomendasi investasi yang diberikan tetap relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tekanan semakin besar setelah paper dikirimkan. Sejumlah sentimen pasar muncul dan memengaruhi sektor pertambangan, termasuk saham ADMR yang menjadi objek penelitian tim. Kebijakan ekspor satu pintu yang melibatkan Danantara serta munculnya kabar mengenai outlook negatif dari Moody’s terhadap Danantara turut memberikan tekanan terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dalam situasi tersebut, saham ADMR bahkan sempat menyentuh level stop loss.
Kondisi tersebut menjadi ujian tersendiri bagi tim karena analisis yang telah disusun harus berhadapan dengan realitas pasar yang bergerak cepat akibat faktor eksternal yang tidak terduga. Meski demikian, Pyrite Impact tetap mempertahankan keyakinan terhadap tesis investasi yang telah dibangun. Tim menilai bahwa tekanan harga yang terjadi justru dapat membuka peluang akumulasi bagi investor yang memiliki pandangan jangka panjang terhadap fundamental perusahaan.
Kerja keras mereka membuahkan hasil ketika berhasil lolos ke babak final. Namun, tantangan belum berakhir. Berdasarkan penilaian awal, paper Pyrite Impact berada pada posisi keempat. Situasi tersebut sempat menimbulkan keraguan, terlebih setelah tim menerima sejumlah kritik dan masukan dari dewan juri terkait analisis yang dipaparkan.
Pada sesi presentasi final, Pyrite Impact menghadapi jajaran juri yang berasal dari kalangan profesional pasar modal, mulai dari Senior Analyst Phillips Sekuritas, Head Division CSA, hingga perwakilan Bursa Efek Indonesia. Berbagai pertanyaan kritis diajukan untuk menguji ketajaman analisis serta konsistensi argumen yang dibangun oleh tim.
Di bawah tekanan tersebut, Pyrite Impact mampu menjawab seluruh pertanyaan dengan tenang, terukur, dan profesional. Kemampuan mempertahankan argumen, menjelaskan dasar analisis, serta merespons kritik secara konstruktif menjadi faktor penting yang mengantarkan mereka meraih hasil terbaik. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga bahwa keberhasilan dalam kompetisi investasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas analisis, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan berkomunikasi secara efektif.
Puncak perjuangan mereka terbayar ketika nama Pyrite Impact diumumkan sebagai Juara 1 Investment 101 – ER Competition. Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa proses panjang, ketekunan, dan keberanian menghadapi tantangan mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan.
