
FEBUPNVJ – Tim Obsidian Research dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Dinus Investment Conference (DIC) 2026 yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro. Prestasi tersebut diraih melalui karya riset investasi yang mengulas prospek dan valuasi PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) di tengah dinamika ekonomi global dan nasional sepanjang tahun 2026. Tim ini terdiri atas mahasiswa lintas program studi, yaitu Mohamad Dedi Saputra sebagai ketua tim, bersama Anugerah Putra Prasetyo dan Rizky Aji Wibowo.
Dalam kompetisi tersebut, Tim Obsidian Research mengangkat paper berjudul “As Medco’s Rises, AMMN’s Earnings Starts to Normalizes”. Melalui penelitian tersebut, tim berupaya mengidentifikasi potensi nilai intrinsik MEDC sekaligus memproyeksikan titik balik pemulihan laba bersih perusahaan pada 2026. Analisis yang disusun tidak hanya berfokus pada kinerja internal perusahaan, tetapi juga mempertimbangkan berbagai faktor eksternal yang memengaruhi industri energi.
Perjalanan penelitian diawali dengan kajian mendalam terhadap kondisi ekonomi makro yang bergejolak pada awal 2026. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu penutupan Selat Hormuz menyebabkan harga minyak mentah Brent meningkat signifikan hingga mencapai USD108,17 per barel pada Mei 2026. Kondisi tersebut memberikan peluang bagi MEDC sebagai perusahaan energi yang memiliki eksposur terhadap komoditas minyak dan gas.
Di sisi lain, tim juga harus memperhitungkan berbagai tantangan ekonomi domestik, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah yang berada pada kisaran Rp17.140 per dolar AS serta penurunan cadangan devisa Indonesia. Berbagai variabel yang saling memengaruhi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menyusun proyeksi keuangan yang objektif, komprehensif, dan berbasis data.
Salah satu tantangan utama dalam penelitian ini adalah proses valuasi perusahaan. Menurut tim, karakteristik bisnis MEDC yang mencakup sektor minyak dan gas, pembangkit listrik, serta kepemilikan pada perusahaan tambang membuat penggunaan satu metode valuasi menjadi kurang representatif. Oleh karena itu, Tim Obsidian Research memilih pendekatan Sum-of-the-Parts (SOTP) untuk memperoleh estimasi nilai perusahaan yang lebih akurat.
Melalui metode tersebut, setiap segmen usaha dinilai secara terpisah sesuai karakteristik dan profil risikonya. Segmen minyak dan gas dihitung menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF) berbasis Free Cash Flow to Firm (FCFF) dengan asumsi Weighted Average Cost of Capital (WACC) sebesar 11,05 persen, yang menghasilkan nilai ekuitas implisit sebesar USD2,32 miliar. Segmen pembangkit listrik dinilai menggunakan metode DCF dengan estimasi nilai sebesar USD310,86 juta. Sementara itu, kepemilikan MEDC pada PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dievaluasi menggunakan pendekatan forward EV/EBITDA multiple industri dengan estimasi nilai mencapai USD698,54 juta.
Selain melakukan analisis fundamental, tim juga melengkapi penelitian dengan kajian teknikal terhadap pergerakan saham, pemetaan risiko investasi, serta evaluasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (Environmental, Social, and Governance/ESG). Pendekatan yang komprehensif tersebut menjadi salah satu faktor yang mengantarkan Tim Obsidian Research meraih penghargaan pada kompetisi tingkat nasional tersebut.
Capaian ini tidak hanya menjadi prestasi bagi Mohamad Dedi Saputra, Anugerah Putra Prasetyo, dan Rizky Aji Wibowo, tetapi juga mencerminkan keberhasilan pembinaan akademik dan pengembangan budaya riset yang terus diperkuat di lingkungan FEB UPN “Veteran” Jakarta. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menghasilkan kajian investasi yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus kompetitif di tingkat nasional.
