FEBUPNVJ – Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta berhasil meraih Juara 2 dalam Equity Research Competition pada ajang Tirtayasa Capital Market Competition (TCMC) 2026 yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Tim yang beranggotakan Maritza Jovita Ardhani Abbas dan Anugerah Putra Prasetyo berhasil bersaing dengan 37 tim dari 19 perguruan tinggi di Indonesia. Setelah melewati tahap seleksi laporan riset ekuitas (equity research paper), tim berhasil masuk dalam delapan besar finalis dan melanjutkan kompetisi ke tahap presentasi akhir.

TCMC 2026 mengangkat tema “Foresight Strategic Research: The Foundation of Gen-Z Portfolio Resilience.” Kompetisi ini bertujuan mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan riset investasi, analisis fundamental perusahaan, serta perumusan rekomendasi investasi berdasarkan pendekatan analitis dan berbasis data.

Dalam kompetisi ini, peserta ditantang menyusun laporan riset saham perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mencakup analisis makroekonomi, industri, keunggulan kompetitif, kinerja keuangan, valuasi, risiko investasi, serta aspek Environmental, Social, and Governance (ESG). Hasil analisis tersebut menjadi dasar penyusunan rekomendasi investasi berupa buy, hold, atau sell.

Pada babak final yang berlangsung secara daring pada 12 September 2026, tim mempresentasikan hasil riset di hadapan dewan juri dan mengikuti sesi tanya jawab untuk mempertahankan argumentasi serta rekomendasi investasi yang disusun. Penilaian akhir dilakukan berdasarkan kualitas laporan riset dan performa presentasi, masing-masing dengan bobot 50 persen.

Setelah melalui seluruh tahapan penilaian, tim FEB UPN “Veteran” Jakarta berhasil meraih Juara 2 yang diumumkan pada 20 September 2026, dengan rangkaian penghargaan dilaksanakan pada 26 September 2026.

Prestasi ini mencerminkan kemampuan mahasiswa FEB UPN “Veteran” Jakarta dalam menerapkan pengetahuan akademik ke dalam praktik riset pasar modal. Keberhasilan tersebut juga menjadi sarana pengembangan kompetensi analisis keuangan, valuasi perusahaan, pemikiran kritis, serta komunikasi profesional yang relevan dengan kebutuhan industri keuangan dan investasi.

Share :