
FEBUPNVJ – BI Corner Study Club Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) memperluas wawasan mahasiswa mengenai kebanksentralan dan sistem pembayaran melalui kegiatan Study Visit BI Corner UPNVJ ke Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Oktober 2026. Mengusung tema “Expanding Knowledge, Shaping The Future”, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami peran, fungsi, serta transformasi Bank Indonesia dalam perekonomian nasional. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai penerapan kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter, sistem keuangan, dan sistem pembayaran.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya BI Corner Study Club UPNVJ dalam memperkuat literasi ekonomi dan keuangan mahasiswa melalui pengalaman belajar di luar ruang perkuliahan. Kunjungan langsung ke Bank Indonesia memberikan kesempatan kepada peserta untuk menghubungkan materi yang diperoleh secara akademik dengan praktik kebanksentralan serta perkembangan ekonomi dan sistem pembayaran di Indonesia.
Tema “Expanding Knowledge, Shaping The Future” menjadi landasan kegiatan yang menekankan pentingnya memperluas pengetahuan sebagai bekal dalam membentuk masa depan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami perkembangan ekonomi dan keuangan, tetapi juga mengenali peluang pengembangan kompetensi serta karier di bidang kebanksentralan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Aron Henandes selaku CEO BI Corner Study Club 2026 dan Anisa Fatin Septiani Harun selaku Project Officer (PO). Keduanya menyampaikan bahwa study visit menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengetahuan baru sekaligus mengenal Bank Indonesia secara lebih dekat. Peserta juga didorong mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif agar dapat memperoleh pengalaman dan wawasan yang maksimal.
Sebelum memasuki sesi materi, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur pemahaman awal mengenai topik yang akan dibahas. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh dua narasumber dari Departemen Komunikasi Bank Indonesia.
Narasumber pertama, Kristiana dari Departemen Komunikasi Bank Indonesia, menyampaikan materi bertajuk “Kebanksentralan dan Transformasi Kelembagaan Bank Indonesia”. Materi membahas peran dan fungsi bank sentral, baik di Indonesia maupun di berbagai negara, termasuk peran Bank Indonesia dalam kebijakan moneter, sistem keuangan, serta pengelolaan rupiah.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai sejarah Bank Indonesia yang berawal dari De Javasche Bank, kedudukan Bank Indonesia dalam tata kelembagaan negara, serta perkembangan struktur organisasinya. Pembahasan turut mengangkat transformasi kelembagaan Bank Indonesia dan pemanfaatan big data sebagai salah satu pendukung dalam perumusan kebijakan.
Dalam konteks kebijakan moneter, peserta diperkenalkan pada hubungan antara tingkat inflasi dan suku bunga. Ketika tekanan inflasi meningkat, kebijakan suku bunga dapat digunakan sebagai salah satu instrumen untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai BI-Rate dan proses pengambilan kebijakan melalui rapat berkala Bank Indonesia.
Pembahasan kemudian berkembang pada sistem pembayaran dan pengelolaan rupiah. Peserta diperkenalkan pada penggunaan QRIS serta gerakan Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kecintaan masyarakat terhadap rupiah.
Sesi berikutnya menghadirkan Budi dari Departemen Komunikasi Bank Indonesia yang membahas sistem pembayaran nontunai. Dalam pemaparannya, sistem pembayaran diibaratkan sebagai aliran darah dalam tubuh yang memiliki peran penting bagi kelancaran aktivitas perekonomian. Ketika sistem pembayaran berjalan secara efektif dan efisien, aktivitas ekonomi masyarakat dapat berlangsung dengan lebih lancar.
Materi juga membahas Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 sebagai arah kebijakan pengembangan sistem pembayaran Indonesia, termasuk perkembangan instrumen pembayaran digital. Selain itu, peserta mendapatkan informasi mengenai Surat Berharga Negara (SBN) Ritel, BI-FAST, serta berbagai jenis QRIS.
Pembahasan mengenai uang elektronik turut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai karakteristik, manfaat, dan penggunaan instrumen pembayaran nontunai dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tersebut menjadi relevan di tengah semakin berkembangnya transaksi digital dan perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diikuti tiga peserta. Sesi tersebut menjadi ruang interaksi bagi mahasiswa untuk memperdalam materi, mengklarifikasi informasi, serta berdiskusi langsung dengan narasumber mengenai kebanksentralan dan sistem pembayaran.
Melalui Study Visit BI Corner UPNVJ, mahasiswa diharapkan mampu membawa pengetahuan mengenai kebanksentralan, kebijakan moneter, dan sistem pembayaran ke dalam kegiatan perkuliahan maupun organisasi. Pengalaman belajar langsung di Bank Indonesia sekaligus memperkuat peran BI Corner UPNVJ sebagai ruang literasi ekonomi dan keuangan bagi mahasiswa, sehingga semangat “Expanding Knowledge, Shaping The Future” tidak berhenti pada kegiatan kunjungan, tetapi berlanjut menjadi bekal untuk membentuk mahasiswa yang adaptif, berwawasan ekonomi, dan siap menghadapi masa depan.
