FEBUPNVJ – Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (HIMAEP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) sukses menggelar babak puncak kompetisi tingkat nasional, Final Presentation Lomba Business Case Development Festival (DFEST) 2026, pada hari Sabtu (17/10). Kompetisi bergengsi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menuangkan gagasan solutif terkait inovasi teknologi finansial, inklusi, serta resiliensi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Ajang intelektual ini mendapat sambutan luar biasa dan diikuti oleh delegasi mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan tinggi, di antaranya Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto (ITB Dirgantara), UPN “Veteran” Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Setelah melalui proses seleksi kelayakan dokumen laporan (report) yang sangat ketat, panitia menetapkan tiga tim terbaik (Top 3) yang berhak melaju ke panggung final, yaitu Tim Gintung Legion, Tim Dyntra, dan Tim KSIB.

Pelaksanaan babak final diadaptasi ke dalam format hybrid yang terkoordinasi dengan matang. Sejak pukul 07.00 WIB, panitia telah berkumpul untuk melakukan persiapan akhir di mana kendali pusat acara dioperasikan secara luring dari Ruang HT-404, Gedung Husni Thamrin, Kampus UPNVJ. Tepat pada pukul 07.30 WIB, acara resmi dimulai saat ketiga tim finalis beserta dua dewan juri profesional terhubung dan berinteraksi secara virtual melalui platform Zoom Meeting.

Dalam sesi adu gagasan tersebut, suasana kompetisi berlangsung hangat namun sangat ketat. Masing-masing tim diberikan alokasi waktu selama 15 menit untuk mempresentasikan deck strategi bisnis inovatif mereka, yang kemudian langsung dilanjutkan dengan sesi tanya jawab kritis bersama dewan juri selama 15 menit. Seluruh gagasan peserta dievaluasi secara komprehensif dan objektif, mencakup kedalaman analisis masalah, kelayakan strategi dan implementasi, justifikasi finansial, hingga kemampuan mitigasi risiko.

“Kompetisi Lomba Business Case DFEST 2026 ini dirancang sebagai katalis agar mahasiswa mampu berpikir kritis dan tidak hanya sekadar belajar teori, melainkan mampu merumuskan solusi nyata. Harapannya, ide-ide segar dari para finalis hari ini bisa berkontribusi pada transformasi sistem pembayaran dan ketahanan teknologi finansial di sektor UMKM,” ujar Bagas Adi, selaku Project Officer DFEST 2026.

Rangkaian acara final ditutup dengan sesi transparansi rekapitulasi nilai yang bersifat mutlak, penyerahan e-sertifikat penghargaan bagi tim yang telah memenuhi syarat pengumpulan laporan, serta sesi dokumentasi bersama sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi seluruh pihak yang terlibat.

Keberhasilan penyelenggaraan DFEST 2026 ini kembali mengukuhkan komitmen HIMAEP UPNVJ dalam memfasilitasi mahasiswa di seluruh Indonesia untuk terus berinovasi dan mencetak agen-agen perubahan bagi masa depan ekonomi bangsa.

Share :