FEBUPNVJ – Himpunan Mahasiswa S1 Manajemen UPN “Veteran” Jakarta menyelenggarakan Sharing Kating (RINGTING) Vol. 2 secara daring melalui Zoom Meeting pada Minggu (11/10/2026). Mengusung tema “Campus Survival Guide 101”, kegiatan ini menghadirkan dua mahasiswa berprestasi sebagai narasumber untuk membagikan pengalaman dan strategi menghadapi kehidupan perkuliahan, mulai dari adaptasi, pengelolaan waktu, organisasi, hingga persiapan memasuki dunia kerja.

Kegiatan menghadirkan Shallum Adriana Valery, Ketua Angkatan S1 Manajemen 2025 sekaligus Wakil II Duta FEB UPNVJ 2025, serta Almira Chaerunissa Putri, President of AIESEC in UPNVJ 2025/2026. Keduanya memberikan perspektif berdasarkan pengalaman selama menjalani perkuliahan dan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan diri.

Dalam sesi bertajuk “What’s My Survival Map?”, Shallum membahas berbagai tantangan yang umum dihadapi mahasiswa, seperti culture shock, rasa tidak percaya diri terhadap pencapaian teman, hingga fear of missing out (FOMO) terhadap aktivitas organisasi. Menurutnya, mahasiswa perlu mengenali minat dan potensi diri sejak awal agar dapat menentukan arah pengembangan diri secara lebih terencana.

Shallum juga mendorong mahasiswa untuk memperluas relasi dan belajar dari pengalaman orang lain. Ia menekankan pentingnya menetapkan target jangka panjang, termasuk membangun fondasi akademik pada semester awal sebelum mulai memperluas pengalaman melalui organisasi dan kegiatan lainnya. Fokus, komitmen, serta keberanian untuk mencoba menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Materi kemudian dilanjutkan Almira Chaerunissa Putri yang membahas strategi menyusun survival map untuk menyeimbangkan capaian akademik, aktivitas organisasi, dan pengalaman magang. Ia menekankan pentingnya ketegasan dalam menentukan pilihan ketika mahasiswa menghadapi trade-off serta keberanian untuk mengambil peluang sejak semester awal.

Almira mendorong mahasiswa agar tidak menunggu sampai merasa sepenuhnya siap untuk memulai. Berbagai kesempatan dapat dimanfaatkan melalui proyek mata kuliah, organisasi, maupun kegiatan pengembangan diri. Menurutnya, mahasiswa perlu mengenali kapasitas diri agar mampu menentukan prioritas dan mengelola berbagai aktivitas secara realistis.

Dalam mengatur aktivitas, Almira memperkenalkan penerapan time blocking untuk membagi waktu berdasarkan prioritas utama dan kebutuhan personal. Ia juga menekankan pentingnya kegigihan dalam menjalani proses serta membangun pola pikir bahwa tidak ada seseorang yang benar-benar siap sejak awal. Kemampuan dan pengalaman justru terbentuk melalui proses belajar dan keberanian untuk mencoba.

Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi bagian yang memberikan ruang bagi peserta untuk berinteraksi langsung dengan kedua narasumber. Peserta membahas berbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa, termasuk proses adaptasi di lingkungan kampus, manajemen waktu, pengembangan kompetensi, hingga persiapan menghadapi dunia karier.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi, sesi dokumentasi bersama, serta pengisian formulir refleksi oleh peserta. Melalui refleksi tersebut, peserta menyampaikan berbagai wawasan yang diperoleh sekaligus menyusun rencana pengembangan diri setelah mengikuti kegiatan.

RINGTING Vol. 2 menjadi wadah bagi mahasiswa S1 Manajemen UPNVJ untuk memperoleh gambaran yang lebih realistis mengenai kehidupan perkuliahan dari pengalaman mahasiswa tingkat atas. Kegiatan ini sekaligus mendorong mahasiswa untuk mengenali potensi, menetapkan prioritas, serta menyusun langkah pengembangan diri secara bertahap agar mampu menjalani masa perkuliahan secara adaptif dan produktif.

Share :