
FEBUPNVJ — Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (HIMAEP FEB UPNVJ) menyelenggarakan Kompetisi Debat Development Festival (DFEST) 2026 tingkat universitas pada 16–17 Oktober 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kompetisi ini mempertemukan 12 tim mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi untuk menguji kemampuan argumentasi sekaligus membahas isu transformasi pembayaran digital. Mengusung tema “Accelerating Digital Payment Transformation Through Innovation, Security, and Customer-Centric Experiences”, kompetisi menempatkan inovasi, keamanan, dan pengalaman pengguna sebagai bagian penting dalam perkembangan sistem pembayaran digital.
Peserta berasal dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Surabaya, Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Jambi, Universitas Syiah Kuala, Universitas Muria Kudus, dan Universitas Sanata Dharma. Setiap tim ditempatkan sebagai pihak pro atau kontra untuk menyampaikan argumentasi, menanggapi pendapat lawan, serta mempertahankan posisi berdasarkan mosi yang diberikan.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri, yaitu Adi Artino, S.E., M.Si., dan Sarah Ghania, S.P.W.K., M.E. Aspek penilaian mencakup kualitas argumentasi, relevansi materi, kekuatan sanggahan, serta kemampuan peserta mempertahankan pendapat secara logis dan terstruktur.
Pelaksanaan kompetisi dibagi ke dalam dua breakout room Zoom Meeting untuk menyesuaikan mekanisme pertandingan. Sebelum pertandingan dimulai, moderator menyampaikan tata tertib, mengundi posisi pro dan kontra, serta membacakan mosi. Setiap tim kemudian mengikuti rangkaian debat sesuai mekanisme dan batas waktu yang telah ditetapkan.
Rangkaian pertandingan dimulai pada Jumat (16/10) melalui babak penyisihan. Peserta memperdebatkan mosi, “Dewan ini meyakini bahwa percepatan menuju cashless society di Indonesia berpotensi memperlebar kesenjangan ekonomi digital.” Mosi tersebut mendorong peserta mengkaji dampak percepatan transaksi nontunai terhadap kesenjangan akses dan pemanfaatan teknologi keuangan di masyarakat.
Kompetisi berlanjut ke babak delapan besar dengan mosi, “Dewan ini mendukung penerapan regulasi keamanan siber yang lebih ketat meskipun dapat memperlambat inovasi pembayaran digital.” Pada tahap ini, peserta menguji kemampuan dalam melihat keseimbangan antara kebutuhan perlindungan keamanan siber dan tuntutan inovasi dalam sistem pembayaran digital.
Pada Sabtu (17/10), kompetisi memasuki babak semifinal dan final mulai pukul 08.00 WIB. Empat tim yang berhasil melaju ke semifinal terdiri atas Tim UNDIP dan Tim Dino Naget dari Universitas Diponegoro, Tim Young Debaters dari Universitas Gadjah Mada, serta Tim Golden dari Universitas Negeri Surabaya. Keempat tim kembali beradu argumentasi untuk memperebutkan tempat di babak final.
Persaingan kemudian mencapai babak final yang mempertemukan dua tim terbaik. Pada pertandingan tersebut, peserta memperdebatkan mosi, “Dewan ini percaya bahwa dalam pengembangan sistem pembayaran digital di Indonesia, kemudahan dan kecepatan transaksi harus lebih diprioritaskan daripada penguatan mekanisme keamanan.” Perdebatan menguji kemampuan peserta dalam mempertimbangkan kepentingan kemudahan transaksi dan kebutuhan penguatan keamanan dalam pengembangan ekosistem pembayaran digital.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Tim Golden dari Universitas Negeri Surabaya berhasil meraih Juara 1. Posisi Juara 2 diraih oleh Tim Young Debaters dari Universitas Gadjah Mada, sedangkan Tim UNDIP dari Universitas Diponegoro meraih Juara 3.
Kompetisi Debat DFEST 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi berbasis isu, merespons pandangan berbeda, serta mengambil posisi secara terukur dalam waktu terbatas. Pembahasan mengenai pembayaran digital juga memperluas ruang diskusi mahasiswa terhadap perkembangan ekonomi digital yang semakin berkaitan dengan kehidupan masyarakat.
Penyelenggaraan kegiatan ini sejalan dengan upaya FEB UPNVJ dalam mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa tidak hanya melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan akademik dan kemahasiswaan yang memperkuat kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi. Di bawah kepemimpinan Dekan FEB UPNVJ, Dr. Jubaedah, SE., MM., penguatan pengalaman belajar mahasiswa diarahkan untuk mendukung kesiapan mereka menghadapi dinamika dunia ekonomi dan bisnis yang terus berkembang.
