FEBUPNVJ — Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ) menyelenggarakan Vetra Stock Competition (VSC) 2026 sebagai salah satu rangkaian utama Veteran Investment Day 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Sabtu (17/10). Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengembangkan kemampuan analisis pasar modal melalui pendekatan fundamental dan teknikal serta menguji kemampuan menyusun dan mengomunikasikan strategi investasi.

Mengusung tema “The Next Growth Horizon: Capturing Strategic Growth in an Evolving Market Landscape”, VSC 2026 diarahkan untuk mendorong lahirnya generasi investor muda yang kritis, adaptif, dan mampu membaca peluang pertumbuhan strategis di tengah dinamika pasar modal. Tahun ini, KSPM FEB UPNVJ menghadirkan inovasi berupa Trading Competition yang melengkapi kategori Equity Research sebagai bagian dari pengembangan kompetisi.

Project Officer Vetra Stock Competition 2026, Marissa Paradina, mengatakan kehadiran Trading Competition menjadi salah satu pembaruan dalam penyelenggaraan VSC tahun ini. Inovasi tersebut melengkapi Equity Research yang selama ini menjadi bagian kompetisi dan memberikan ruang bagi peserta untuk menguji kemampuan mereka dalam menghadapi dinamika pasar secara lebih praktis.

Presiden KSPM FEB UPNVJ, Anugerah Putra Prasetyo, juga menilai VSC 2026 menghadirkan inovasi tidak hanya dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga dari kualitas peserta. Peserta dinilai menunjukkan pembahasan yang semakin mendalam dalam menyusun analisis dan menyampaikan rekomendasi investasi.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, pembacaan tata tertib, doa bersama, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Bela Negara. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perkenalan dewan juri, yakni Muhammad Nurkholis Syafruddin, Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, dan Jose Santoso, CFA, FMVA., Senior Associate Transaction Services PwC.

Pada kategori Equity Research, delapan tim finalis mempresentasikan hasil riset dan rekomendasi investasi di hadapan dewan juri. Kedelapan tim tersebut ialah Kairos Capital, Terbang Terbang, OG Hathaway, Arima Research, Saweet Still Nyawit, Valunaris, Bukan D’pyrite of Whales, dan Vanguard Insight.

Setiap tim mendapatkan kesempatan memaparkan hasil analisis sekaligus menjawab pertanyaan dari dewan juri. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam menguji kemampuan peserta dalam mengolah informasi, membangun argumentasi berbasis data, serta mempertahankan rekomendasi investasi secara profesional.

Dewan juri mengapresiasi kesiapan dan kualitas para finalis. Muhammad Nurkholis Syafruddin menilai peserta mampu menunjukkan kesiapan dalam menjawab pertanyaan sebagaimana seorang analis, sedangkan Jose Santoso melihat para finalis memiliki potensi sebagai generasi analis masa depan. Ia juga menekankan bahwa kompetisi tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperoleh insight dan umpan balik guna meningkatkan kemampuan peserta.

Selain kompetisi, VSC 2026 menghadirkan Networking Session yang menjadi ruang bagi para finalis untuk memperluas jejaring. Kegiatan tersebut dikemas melalui permainan sambung kata, sharing session, dan Human Bingo yang mendorong interaksi antarpeserta dalam suasana yang lebih informal.

Puncak kegiatan ditandai dengan pengumuman pemenang dua kategori kompetisi. Pada Trading Competition, Juara I diraih Ilham Saputra, Juara II CompSciTrade, dan Juara III Camp Uly. Sementara itu, kategori Equity Research menempatkan OG Hathaway sebagai Juara I, Saweet Still Nyawit sebagai Juara II, dan Bukan D’pyrite of Whales sebagai Juara III. Penghargaan Best Paper diberikan kepada Terbang Terbang, sedangkan Best Presentation diraih Vanguard Insight.

Penyelenggaraan VSC 2026 turut memperoleh dukungan dari KPEI (iDClear), Sucor Sekuritas, Bale by BTN, Indonesia Stock Exchange (IDX), MNC Sekuritas, Investkuy, ITO EN, CRISBAR, dan Mamikos. Dukungan tersebut memperkuat kolaborasi antara lingkungan akademik dan ekosistem pasar modal dalam memberikan pengalaman kompetitif serta pembelajaran praktis bagi mahasiswa.

Melalui VSC 2026, FEB UPNVJ terus mendorong kegiatan kemahasiswaan yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pengembangan kompetensi, jejaring, dan kesiapan mahasiswa menghadapi dinamika dunia profesional. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen FEB UPNVJ dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan perkembangan pasar dan kebutuhan generasi muda.

Share :