
FEBUPNVJ β Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ) melalui Himpunan Mahasiswa (HIMA) S1 Akuntansi resmi membuka Accounting Contest 2026 Week 1 pada Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang menjadi rangkaian awal Accounting Festival 2026 ini mengusung tema “Empowering Future Accountants for Strategic Thinking in the Age of Digital Risk” dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi akademik sekaligus membentuk calon akuntan yang inovatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan risiko digital.
Pembukaan kompetisi dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diawali dengan sambutan dari jajaran pimpinan FEB UPNVJ, Ketua Program Studi S1 Akuntansi, serta Wakil Ketua HIMA S1 Akuntansi. Dalam sambutannya, para pimpinan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi serta berharap Accounting Contest 2026 dapat menjadi pengalaman berharga yang memperkaya kompetensi akademik maupun profesional mahasiswa.
Project Officer Accounting Contest 2026, Adrian Bintang Ramadhan, dalam laporan kegiatannya menjelaskan bahwa kompetisi ini dirancang untuk memfasilitasi pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan mahasiswa di bidang akuntansi melalui tantangan yang relevan dengan kebutuhan dunia profesi saat ini. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta.
Accounting Contest Week 1 terdiri atas dua tahapan utama, yaitu Preliminary Round: The Knowledge Clash sebagai babak penyisihan dan Semifinal Round: The Cycle Challenge sebagai babak lanjutan. Kedua tahapan tersebut disusun secara berjenjang untuk mengukur kemampuan konseptual sekaligus keterampilan praktik peserta sebelum memasuki tahap kompetisi berikutnya.
Sebelum perlombaan dimulai, panitia menyampaikan tata tertib serta mekanisme kompetisi secara rinci guna memastikan seluruh peserta memahami regulasi yang berlaku. Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin pelaksanaan kompetisi yang adil, transparan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap tim.
Babak penyisihan The Knowledge Clash menguji kemampuan dasar akuntansi melalui 50 soal yang terdiri atas 40 soal pilihan ganda dan 10 soal true or false menggunakan platform Quizizz. Penilaian didasarkan pada ketepatan dan kecepatan peserta dalam menjawab setiap soal.
Sebanyak 24 tim dari 18 perguruan tinggi mengikuti babak penyisihan tersebut, yaitu Universitas Trisakti, Universitas Indonesia, Politeknik Keuangan Negara STAN, Universitas Gadjah Mada, UIN Walisongo Semarang, Universitas Negeri Semarang, Institut Agama Islam SEBI, Universitas Trilogi, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Mercu Buana, BINUS University, Universitas Muhammadiyah Bekasi Karawang, Universitas Negeri Surabaya, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Universitas Sahid Jakarta, dan Trisakti School of Management. Tingginya partisipasi dari berbagai perguruan tinggi menunjukkan besarnya antusiasme mahasiswa terhadap kompetisi akuntansi berskala nasional yang berorientasi pada penguatan kompetensi di era digital.
Setelah babak penyisihan berakhir, panitia menghadirkan sesi ice breaking melalui permainan interaktif menebak judul film dan kuliner khas Indonesia menggunakan emoji. Kegiatan ini bertujuan menciptakan suasana yang lebih santai sekaligus memberikan kesempatan bagi peserta untuk berinteraksi sebelum memasuki tahapan berikutnya.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, sebanyak 15 tim dengan perolehan nilai tertinggi dinyatakan lolos ke babak Semifinal Round: The Cycle Challenge.
Pada babak semifinal, peserta dihadapkan pada studi kasus yang mengharuskan setiap tim menyelesaikan satu siklus akuntansi secara komprehensif melalui Google Sheets, mulai dari pencatatan transaksi, penyusunan jurnal, hingga penyusunan laporan keuangan. Tantangan tersebut dirancang untuk mengukur kemampuan analitis, ketelitian, ketepatan penyelesaian masalah, serta efektivitas kerja sama tim dalam menyelesaikan kasus yang menyerupai kondisi nyata di dunia profesi.
Melalui rangkaian tantangan pada Week 1, peserta tidak hanya dituntut menguasai teori akuntansi, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam penyelesaian studi kasus secara sistematis. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk calon akuntan yang tetap mengedepankan profesionalisme, kecermatan, dan kemampuan berpikir kritis tanpa bergantung sepenuhnya pada teknologi di tengah meningkatnya risiko digital.
Seluruh rangkaian kegiatan Week 1 ditutup dengan sesi foto bersama antara peserta dan panitia sebagai penanda berakhirnya tahap awal kompetisi. Accounting Contest 2026 selanjutnya akan berlanjut ke tahapan berikutnya dengan tantangan yang semakin kompleks untuk menguji kompetensi peserta secara lebih mendalam.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Jakarta, Dr. Jubaedah, S.E., M.M., menegaskan bahwa penyelenggaraan Accounting Contest 2026 merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam mendukung pengembangan talenta akuntansi yang unggul dan berdaya saing nasional. Menurutnya, kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan akademik, tetapi juga sarana membangun kemampuan berpikir strategis, adaptasi terhadap transformasi digital, serta karakter profesional yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri. Melalui kegiatan ini, FEB UPNVJ terus memperkuat perannya dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi dinamika profesi akuntansi di era digital.
