
FEBUPNVJ – (19/7) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ) kembali menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) berskala internasional. Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, program pengabdian yang berfokus pada penyelesaian masalah dan pengembangan potensi masyarakat ini sukses menggandeng Walailak University di Thailand.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat atau abdimas yang dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Jakarta tahun ini kembali menghadirkan inovasi pada produk binaan institusi, yaitu Kopi Aroma Cijantur. Pada tahun 2026 ini, produk tersebut diperkenalkan dalam bentuk baru, yakni infused drip bag coffee. Kehadiran inovasi ini menjadi kelanjutan dari rangkaian program pendampingan yang telah dimulai sejak tahun 2023 hingga 2024. Pada periode awal tersebut, tim abdimas FEB UPNVJ bersama masyarakat di Kampung Cijantur mulai merintis pengolahan kopi lokal ke dalam kemasan drip bag coffee. Tujuan utamanya adalah mempermudah penyajian dan meningkatkan nilai jual kopi desa agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas.Petani kopi di Desa Cijantur terus berupaya melakukan inovasi agar produknya tidak hanya berhenti sebagai komoditas mentah. Melalui proses hilirisasi, biji kopi yang dipanen oleh warga diolah, disangrai, dan dikemas dengan standar yang lebih baik sehingga memiliki daya saing. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika pada tahun 2025, Kopi Aroma Cijantur berhasil dibawa ke Malaysia.
Produk ini dipromosikan di Universiti Kuala Lumpur atau UniKL, sekaligus dipasarkan di kafe-kafe di sekitar area kampus. Kehadiran kopi asal Cijantur di luar negeri menjadi bukti bahwa produk desa mampu menembus pasar internasional dan mendapat sambutan positif.Memasuki tahun 2026, inovasi kembali dikembangkan agar produk semakin relevan dengan selera pasar. Kopi Aroma Cijantur kini hadir dalam varian infused drip bag coffee dengan tiga rasa baru yaitu lemon, susu gula merah, dan stroberi. Varian ini diperkenalkan pada kegiatan abdimas di Nakhon. Penambahan cita rasa diharapkan dapat menarik segmen konsumen yang lebih luas, terutama generasi muda yang menyukai kopi dengan karakter rasa unik. Secara keseluruhan, perjalanan Kopi Aroma Cijantur menunjukkan bagaimana proses hilirisasi yang dimulai dari pendampingan desa dapat bertransformasi menjadi produk bernilai tambah. Dari kemasan sederhana tahun 2023, menembus pasar Malaysia tahun 2025, hingga berinovasi dengan rasa baru tahun 2026, produk ini menjadi contoh bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa mampu menciptakan produk lokal yang siap bersaing hingga ke tingkat ekspor.
Kesuksesan ekspansi dan inovasi ini tidak lepas dari sinergi yang terbangun erat di lingkungan akademik. Kegiatan abdimas internasional ini dirancang dan dieksekusi melalui kolaborasi langsung antara dosen dan mahasiswa FEB UPNVJ. Tim ini dipelopori oleh jajaran dosen FEB UPNVJ, di antaranya Dr. Indri Arrafi Juliannisa.,SE.,ME. dan Dr. Dewi Cahyani Pengestuti yang bahu-membahu bersama mahasiswa untuk merealisasikan program berdampak ini.
Langkah FEB UPNVJ di Thailand mendapatkan apresiasi yang sangat besar, tidak hanya dari pihak Walailak University, tetapi juga dari berbagai pihak yang terlibat. Apresiasi tersebut diberikan atas kualitas inovasi infused drip bag coffee yang berdaya saing, serta wujud nyata dari kolaborasi pengabdian yang berkesinambungan, berdampak panjang, dan sukses diangkat hingga ke skala internasional.
Ke depannya, FEB UPNVJ berkomitmen untuk terus melanjutkan program-program abdimas berbasis potensi lokal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pendampingan berkelanjutan yang bertaraf global.
