
FEBUPNVJ – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (FEB UPNVJ) menyelenggarakan kuliah umum internasional dengan menghadirkan akademisi dari Universiti Kuala Lumpur (UniKL), Malaysia, Prof. Dr. Abdul Razak Bin Abdul Hadi, pada Senin (15/6). Kegiatan yang diikuti mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2023 dan 2024 ini bertujuan memperluas wawasan akademik serta meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai perkembangan manajemen keuangan dalam menghadapi perubahan global yang semakin dinamis.
Kegiatan berlangsung di lingkungan FEB UPNVJ dan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars Bela Negara. Pembukaan tersebut mencerminkan komitmen UPN Veteran Jakarta dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan karakter bela negara kepada mahasiswa, sejalan dengan pelaksanaan kegiatan akademik yang berorientasi pada pengembangan kompetensi global.
Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada sivitas akademika FEB UPNVJ, dilakukan penyerahan sertifikat penghargaan kepada Prof. Dr. Abdul Razak Bin Abdul Hadi. Sertifikat tersebut diserahkan oleh Ketua Jurusan Manajemen FEB UPNVJ, Dr. Dewi Cahyani Pangestuti, S.E., M.M., sebagai simbol apresiasi atas partisipasinya dalam memperkuat kolaborasi akademik internasional.
Dalam sesi pemaparan materi, Prof. Abdul Razak mengulas berbagai tantangan yang dihadapi organisasi dan pelaku bisnis di tengah percepatan perkembangan teknologi, digitalisasi, serta inovasi yang terus mengubah lanskap ekonomi global. Ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap konsep disruptive change, yaitu perubahan mendasar yang mampu menggeser model bisnis konvensional dan menciptakan pola persaingan baru.
Menurutnya, organisasi yang ingin bertahan dan berkembang harus memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perubahan. Kemampuan membaca tren, mengelola risiko, serta mengambil keputusan keuangan yang tepat menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing di era transformasi digital.
Selain membahas perubahan disruptif, Prof. Abdul Razak juga mengupas peran ekonomi kreatif sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi masa depan. Ia menyoroti sektor perangkat lunak dan teknologi digital yang saat ini berkembang pesat dan menjadi sumber penciptaan nilai tambah di berbagai negara.
Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa kekuatan utama ekonomi kreatif terletak pada manusia sebagai pencipta ide, inovasi, dan solusi. “Creative economy is the people,” ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menciptakan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih dalam mengenai strategi menghadapi perubahan bisnis, pengelolaan keuangan modern, serta peluang karier di sektor ekonomi kreatif dan industri digital.
Melalui kuliah umum internasional ini, mahasiswa memperoleh perspektif global mengenai perkembangan manajemen keuangan, transformasi bisnis, dan ekonomi kreatif. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya FEB UPNVJ dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ekonomi internasional.
