FEBUPNVJ – BI Corner Study Club Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menyelenggarakan kegiatan Studi Banding 1 Tahun 2026 bersama Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Centre of Islamic Economics Studies (CIES) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya pada Sabtu (6/6/2026). Mengusung tema “INSIGHT: Integrating Knowledge, Strengthening Innovation, and Expanding Impact”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas organisasi, memperluas wawasan pengurus, serta mendorong lahirnya inovasi program kerja yang adaptif dan berkelanjutan. Melalui forum ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari praktik terbaik pengelolaan organisasi sekaligus memperkuat literasi ekonomi dan keuangan di lingkungan kampus.

Kegiatan studi banding menjadi bagian dari upaya BI Corner Study Club UPNVJ dalam memperkaya perspektif organisasi melalui pertukaran pengalaman dengan organisasi mahasiswa yang memiliki fokus serupa. Selain menjadi sarana berbagi pengetahuan, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi peserta untuk membandingkan sistem pengelolaan organisasi, mengevaluasi program yang telah berjalan, serta mengidentifikasi berbagai peluang pengembangan yang dapat diterapkan di masa mendatang.

Ketua Umum KSEI CIES FEB Universitas Brawijaya, Muhammad Agil Yulianto, membuka sesi pertama dengan pemaparan mengenai grand design organisasi KSEI CIES FEB UB. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa KSEI CIES FEB UB berdiri sejak 20 Oktober 2000 sebagai wadah pengembangan kajian ekonomi Islam bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya sekaligus media dakwah ekonomi Islam kepada masyarakat luas.

Muhammad Agil Yulianto juga menjelaskan visi dan misi organisasi, nilai-nilai yang menjadi fondasi pengelolaan organisasi, serta peran dan tanggung jawab setiap departemen maupun biro. Ia memaparkan proses perencanaan, mekanisme pelaksanaan, hingga evaluasi berbagai agenda organisasi. Menurutnya, setiap aktivitas organisasi harus senantiasa berpedoman pada budaya Dhawabith sebagai nilai utama dalam menjalankan program kerja dan pengembangan anggota.

Sesi berikutnya diisi oleh Ketua Umum BI Corner Study Club UPNVJ, Aron Henandes. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan arah pengembangan organisasi BI Corner Study Club UPNVJ yang berfokus pada penguatan kompetensi anggota, tata kelola organisasi yang profesional, inovasi berbasis digital, serta edukasi ekonomi yang komprehensif bagi mahasiswa.

Aron Henandes juga menjelaskan berbagai program kerja yang dijalankan BI Corner Study Club UPNVJ, baik program kerja berkala maupun program kerja eventual. Melalui pemaparan tersebut, peserta dapat memahami konsep, tujuan, serta manfaat setiap program yang dirancang untuk mendukung peningkatan kapasitas anggota dan kontribusi organisasi terhadap pengembangan literasi ekonomi. Ia menegaskan bahwa seluruh anggota organisasi perlu mengimplementasikan nilai “Growth Together, Move Forward” dalam setiap aktivitas dan proses pengembangan diri.

Setelah sesi pemaparan grand design organisasi, kegiatan dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) yang berlangsung secara interaktif. Dalam sesi ini, peserta dari BI Corner Study Club UPNVJ dan KSEI CIES FEB UB dibagi ke dalam kelompok berdasarkan kesamaan atau keselarasan divisi. Setiap kelompok diberikan sejumlah studi kasus yang harus dianalisis dan diselesaikan berdasarkan perspektif serta pengalaman organisasi masing-masing.

Melalui diskusi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai tata kelola organisasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam merumuskan solusi terhadap berbagai tantangan yang kerap dihadapi organisasi mahasiswa. Pertukaran gagasan yang terjadi selama FGD diharapkan dapat memperkaya wawasan peserta dalam merancang program kerja yang lebih efektif dan berdampak.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kontribusi KSEI CIES FEB Universitas Brawijaya dalam kegiatan ini, panitia menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Muhammad Agil Yulianto. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan oleh Daffa Abyan sebagai perwakilan peserta studi banding, sebelum ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta.

Share :
Tags: