FEBUPNVJ – BI Corner Study Club Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menyelenggarakan kegiatan BIC Goes to School 2026 di SMAN 66 Jakarta pada Kamis, 30 April 2026. Mengusung tema “Smart Wallet, Strong Future: Navigasi Cerdas di Era Transaksi Digital”, kegiatan ini menjadi upaya nyata dalam meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan pelajar. Sebanyak 70 siswa-siswi SMAN 66 Jakarta mengikuti rangkaian kegiatan secara luring dengan antusias sejak awal hingga akhir acara.

Kegiatan ini hadir sebagai respons terhadap perkembangan teknologi finansial yang semakin pesat. Peralihan sistem transaksi dari uang tunai menuju pembayaran digital memang menawarkan kemudahan dan kepraktisan. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat tantangan baru yang perlu dipahami generasi muda, terutama terkait pengelolaan keuangan digital secara bijak dan aman.

Melalui program BIC Goes to School 2026, BI Corner Study Club UPN “Veteran” Jakarta memberikan edukasi mengenai pentingnya kesadaran finansial sejak dini. Materi utama disampaikan oleh dua narasumber dari BI Corner Study Club UPNVJ, yaitu Daffa Abyan Pradana dan Alvina Yulia. Dalam pemaparannya, keduanya memperkenalkan konsep DIGITS sebagai kerangka berpikir dalam menghadapi tantangan transaksi digital di kehidupan sehari-hari.

Pilar pertama, Digital & Intelligent, mengajak siswa untuk tetap berpikir rasional di tengah kemudahan transaksi digital. Narasumber menjelaskan konsep The Pain of Paying dan Friction Cost, yaitu kondisi ketika transaksi digital membuat pengeluaran terasa lebih ringan sehingga sering kali dilakukan tanpa pertimbangan matang. Para siswa diajak membiasakan diri mengevaluasi kebutuhan sebelum melakukan pembayaran dengan bertanya pada diri sendiri apakah transaksi tersebut benar-benar dibutuhkan atau sekadar keinginan sesaat.

Selanjutnya, pada pilar Guarded & Integrated, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keamanan akun keuangan digital. Narasumber menjelaskan berbagai modus penipuan digital seperti phishing dan penggunaan QR code palsu yang kerap ditempel di tempat umum untuk mencuri data pengguna. Siswa juga diingatkan untuk tidak membagikan PIN, password, maupun kode OTP kepada siapa pun karena lembaga keuangan resmi tidak pernah meminta data tersebut melalui pesan singkat, telepon, maupun tautan tertentu.

Sementara itu, pilar Transparent & Strategic menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang terencana. Dalam sesi ini, narasumber memperkenalkan konsep Dual-Pocket System, yakni metode sederhana membagi uang menjadi dua pos pengeluaran, sekitar 70 persen untuk kebutuhan harian dan 30 persen untuk tabungan. Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan mampu memahami arus pengeluaran mereka sekaligus mulai membangun kebiasaan menabung sejak usia sekolah.

Untuk meningkatkan keterlibatan peserta, kegiatan dilanjutkan dengan sesi permainan interaktif berupa simulasi situasi keuangan sehari-hari. Para siswa diajak menjawab berbagai skenario yang berkaitan dengan tiga pilar DIGITS secara bersama-sama. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam setiap tantangan yang diberikan selama sesi berlangsung.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Pada sesi ini, siswa memanfaatkan kesempatan untuk menggali lebih dalam terkait keamanan transaksi digital, pengelolaan uang saku, hingga cara membedakan kebutuhan dan keinginan dalam aktivitas konsumsi sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, BI Corner Study Club UPN “Veteran” Jakarta berharap siswa SMAN 66 Jakarta dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai literasi keuangan digital serta mampu menerapkan pengelolaan keuangan yang lebih aman dan terencana. Sejalan dengan komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Jakarta dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Share :