FEBUPNVJ – Bagaimana mahasiswa dapat memahami sekaligus mempersiapkan diri menghadapi seleksi Beasiswa Bank Indonesia? Pertanyaan ini menjadi fokus kegiatan Sharing GenBI yang diselenggarakan BI Corner Study Club Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ) pada Sabtu (28/2/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan bertema “Understanding and Preparing for the Future with GenBI” ini diikuti oleh 93 mahasiswa UPN “Veteran” Jakarta yang antusias menggali informasi seputar Beasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI), mulai dari manfaat, peran strategis, hingga tahapan seleksi.

Kegiatan ini menghadirkan dua penerima Beasiswa Bank Indonesia sebagai narasumber, yakni Akhdanaila Hikmah Wirawan dan Reachell Davina J. Simanjuntak. Keduanya membagikan pengalaman langsung sebagai awardee sekaligus pengurus GenBI Komisariat UPNVJ, sehingga materi yang disampaikan bersifat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa.

Pada sesi pertama, Akhdanaila Hikmah Wirawan memaparkan materi bertajuk Sharing Session GenBI Jakarta. Ia menjelaskan bahwa Beasiswa Bank Indonesia berdiri sejak 11 November 2011 sebagai wujud tanggung jawab sosial Bank Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia unggul di Indonesia. Program ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa melalui wadah GenBI.

Akhdanaila menegaskan bahwa GenBI berperan sebagai Frontliners Bank Indonesia, Change Agents, dan Future Leaders, dengan misi Initiate, Act, Share, Inspire. “GenBI bukan sekadar penerima beasiswa, tetapi duta yang membawa nilai-nilai dan semangat Bank Indonesia di lingkungan kampus dan masyarakat,” ujarnya.

Dari sisi manfaat, peserta memperoleh gambaran komprehensif mengenai dukungan dana sebesar Rp6.000.000 per semester, kesempatan mengikuti grand event Bank Indonesia, keterlibatan dalam berbagai program GenBI Jakarta dan komisariat, perluasan jejaring nasional, hingga pengembangan diri melalui leadership camp dan sertifikasi BNSP. Informasi ini menjadi daya tarik utama karena menunjukkan magnitude dan dampak nyata beasiswa terhadap penguatan kapasitas mahasiswa.

Lebih lanjut, Akhdanaila memaparkan alur seleksi yang meliputi tahap pendaftaran administrasi, Leaderless Group Discussion (LGD), wawancara oleh GenBI UPNVJ, wawancara oleh pihak Bank Indonesia, hingga pengumuman akhir. Persyaratan umum seperti IPK minimal 3,00, batas usia, serta kelengkapan dokumen administrasi dijelaskan secara rinci agar peserta dapat mempersiapkan diri secara matang.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Reachell Davina J. Simanjuntak dengan materi Tips & Trick Beasiswa Bank Indonesia. Penerima Beasiswa Bank Indonesia tahun 2024 dan 2025 yang juga menjabat sebagai Sekretaris GenBI Komisariat UPNVJ ini membagikan strategi menghadapi tantangan seleksi. Ia menekankan pentingnya manajemen waktu, pemahaman mendalam mengenai peran dan fungsi Bank Indonesia, serta kesiapan menghadapi dinamika FGD dengan komposisi kelompok yang ditentukan secara acak.

Reachell juga memberikan panduan teknis penyusunan Curriculum Vitae (CV) yang efektif dengan menonjolkan pengalaman akademik, organisasi, dan profesional secara terstruktur. Selain itu, ia menjelaskan cara merancang motivation letter yang autentik, relevan, dan mencerminkan komitmen jangka panjang sebagai calon GenBI. Dalam sesi tersebut, ia menegaskan sejumlah do and don’ts, seperti menjaga konsistensi sikap, menunjukkan komitmen aktif, serta memastikan kelengkapan berkas administrasi sebelum batas waktu pendaftaran.

Melalui kegiatan ini, FEB UPNVJ tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membangun kesiapan mental dan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi seleksi Beasiswa Bank Indonesia. Sharing GenBI menjadi momentum strategis untuk memperkuat budaya prestasi dan memperluas peluang mahasiswa UPNVJ dalam meraih program beasiswa nasional bergengsi.

Share :
Tags: