Webinar pertama bersama LKEB

Tramadol Visa Apr 21, 2020 | Berita

Selasa 21 April 2020 Fakultas Ekonomi dan Bisnis melakukan Seminar Online (Webinar) Seri 1 yang di inisiasi oleh Lembaga Kajian Ekonomi dan Bisnis (LKEB) bekerjasama dengan Prodi Ekonomi Pembangunan dengan mengundang narasumber Hanan Nugroho (Perencana Utama Bappenas) dan Fachru Nofrian Ph.D (Akademisi dari Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UPNVJ) dengan Moderator Dr. Drs Mahendro Sumardjo, MM QIA dengan mengangkat tema bertajuk Tramadol Online Cod Overnight “Strategi Dan Tantangan Perencanaan Ekonomi Menghadapi Pandemi Corona dan Perlambatan Ekonomi”.

Acara di awali oleh sambutan dan pembukaan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Dianwicaksih Arieftiara, SE., Ak., CA yang menyambut positif pelaksanaan webinar seri 1 yang pertama kali di gelar di FEB UPN Veteran Jakarta. Berlanjut ke Narasumber Hanan Nugroho (Perencana Utama Bappenas) dimana beliau membawakan materi Manajemen krisis peranaan pemerintah dan perencanaan pembangunan dimana permasalahan corona sudah masuk kedalam kategori bencana, beliau membicarakan bahwa Indonesia sudah beberapa kali mulai dari Krisis Moneter Tahun1998, Tsunami Aceh 2004 hingga Pandemi Covid 19 (Corona Virus), pada bencara bahkan Negara maju seperti america pun tidak ada yang siap untuk menghadapi hal tersbut serta Vaksi untuk Covid 19 (Corona Virus) yang belum di temukan sehingga belum ada jaminan sampaikapan wabah ini akan berakhir.

Sementara Fachru Nofrian Ph.D (Akademisi dari Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UPNVJ) menyajikan materi dari sisi data konfirmasi yang di ambil dari WHO mengenai Pandemi Covid 19 (Corona Virus) dimana dampak tersebut berpengaruh kepada perekonomian Negara dimana pasar keuangan turun, Beliau juga menampaikan bahwa Politik, Fiskal moneter, dan keuangan Industri serta tenaga kerja yang terpampar secara umum.

Pandemi Covid 19 (Corona Virus) sudah menjadi bencana bahkan merebak ke seluruh dunia namun menurut Pak Fachru strategi penanganan krisis yang dilakukan bersifat cepat dan sistematis dengan tujuan mengembalikan kegiatan ekonomi secepatnya hingga dirasa penerapan PSBB dan penerapan Rapid test terkesan terlambat. Serta kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk melaksanakan PSBB bisa mencontoh dari dengara lain yang sudah memberikan Direct cash atau Makanan gratis pada masa karantina atau PSBB namun apa yang dilakukan pemerintah agak terlambat.

Sesi Webinar diakhiri dengan Diskusi dimana beberpa peserta melunturkan pertanyaan dan dijawab oleh Narasuber fokus pertanyaan peserta mayoritas adalah apa yang akan di lakukan oleh pemerintah untuk menangani corona namun tidak mematikan perekonomian, Pak Hanan Nugroho berpendapat bahwa hal tersebut merupakan kapabilitas presiden yang dpat menjawab