FEBUPNVJ – Himpunan Mahasiswa S1 Ekonomi Syariah (HIMA EKSYAR), Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ), menyelenggarakan Eksyar Summit 2026 di Aula Tanah Airku, Fakultas Teknik Lantai 5, UPNVJ, Jumat (23/10). Mengusung tema “Sharia Future Economy: Empowering Young Generation Through Innovation and Sustainable Development”, kegiatan ini membahas perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan inovasi berkelanjutan dalam ekonomi syariah, sekaligus mempertemukan mahasiswa dalam final Policy Case Competition.

Eksyar Summit menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan teknologi dan implikasinya terhadap industri keuangan syariah. Selain menghadirkan kuliah umum, kegiatan ini melibatkan finalis dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Negeri Semarang, Universitas Tazkia, dan Universitas Siliwangi, sehingga memperluas pertukaran gagasan mengenai masa depan ekonomi syariah.

Kepala Program Studi S1 Ekonomi Syariah UPNVJ, Fadhli Suko Wiryanto, S.Pd., M.Si., CDIF., menyambut baik kehadiran peserta dan finalis dari berbagai perguruan tinggi. Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak serta keterlibatan mahasiswa lintas fakultas dalam penyelenggaraan Eksyar Summit.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dengan latar belakang yang beragam dapat memperkaya perspektif dan mendorong lahirnya gagasan baru bagi pengembangan ekonomi syariah. Forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk tidak hanya memahami perkembangan industri, tetapi turut mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang dipengaruhi oleh teknologi.

Dalam kuliah umum bertajuk “Artificial Intelligence and Sustainable Innovation in the Future of Islamic Economy”, Country Manager Indonesia Director PT iBantu Solusi Syariah, Salman Abdurrubi Perwiragama, Lc., M.Sc., memaparkan perkembangan AI dari sistem berbasis aturan hingga machine learning, deep learning, dan generative AI.

Ia menjelaskan bahwa AI bekerja melalui proses prediksi matematis berdasarkan data. Karena itu, hasil yang diberikan sistem tidak dapat dipandang sebagai kebenaran mutlak. Pemahaman terhadap cara kerja dan keterbatasan AI menjadi penting, terutama ketika teknologi tersebut diterapkan pada sektor yang berkaitan dengan pengambilan keputusan dan pengelolaan informasi.

Pembahasan tersebut juga menyoroti pentingnya pengelolaan risiko, perlindungan informasi, serta penerapan teknologi yang selaras dengan karakteristik industri keuangan syariah. Perkembangan AI, dengan demikian, perlu diikuti kemampuan pengguna untuk mengevaluasi hasil teknologi secara kritis dan mempertimbangkan aspek etika serta kebutuhan industri.

Isu regulasi kemudian menjadi fokus dalam final debat Policy Case Competition melalui mosi, “Penggunaan AI dalam layanan keuangan syariah di Indonesia memerlukan regulasi khusus yang terpisah dari regulasi keuangan yang sudah ada.” Tiga tim finalis menyampaikan argumentasi dari perspektif yang berbeda mengenai kebutuhan pengaturan AI dalam layanan keuangan syariah.

Tim pro mengusulkan regulasi khusus untuk mengantisipasi potensi kekosongan hukum serta risiko bias algoritma terhadap produk dan layanan syariah. Sementara itu, tim netral menawarkan pendekatan berbasis tingkat risiko (risk-based approach) dalam mengatur penggunaan AI. Adapun tim kontra menilai regulasi yang sudah tersedia dapat diperkuat melalui aturan turunan yang lebih operasional tanpa membentuk regulasi baru secara terpisah.

Perdebatan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam ekonomi syariah tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknologi, tetapi juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, tata kelola, mitigasi risiko, serta kebijakan yang mampu menjaga prinsip-prinsip syariah.

Melalui Eksyar Summit 2026, HIMA S1 Ekonomi Syariah UPNVJ mendorong mahasiswa untuk menghubungkan perkembangan teknologi dengan prinsip dan praktik ekonomi syariah. Forum ini sekaligus menjadi wadah untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi, dan merumuskan alternatif kebijakan dalam menghadapi transformasi ekonomi berbasis teknologi.

Kegiatan tersebut menegaskan komitmen FEB UPNVJ dalam mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa yang adaptif terhadap perubahan, sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai yang relevan dengan kebutuhan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Share :