FEBUPNVJ – Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPN “Veteran” Jakarta Periode 2026 menyelenggarakan Legislative Month Day 1 pada Sabtu (12/9/2026) di Lab. Diplomasi Auditorium FISIP UPN “Veteran” Jakarta. Mengusung tema “Peran Mahasiswa sebagai Pilar Demokrasi dalam Menguatkan Transparansi dan Fungsi Legislasi di Lingkungan Kampus”, kegiatan ini diikuti 74 fungsionaris dan intern MPM FEB UPN “Veteran” Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami fungsi legislasi, pengawasan, penyerapan aspirasi, transparansi, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan dalam organisasi.

Wakil Dekan III FEB UPN “Veteran” Jakarta, Praptiningsih, S.E., M.M., dalam sambutan yang disampaikan melalui video, berharap Legislative Month dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai kepemimpinan, demokrasi, legislasi, komunikasi, serta tanggung jawab dalam pengambilan keputusan. Ia juga mendorong mahasiswa untuk mampu menyampaikan aspirasi secara kritis, konstruktif, santun, dan beretika.

“Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada teman-teman semua terkait kepemimpinan, demokrasi, legislasi, komunikasi, serta tanggung jawab dalam pengambilan keputusan. Saya juga berharap melalui kegiatan ini mahasiswa mampu menyampaikan aspirasi secara kritis, konstruktif, santun, dan tetap beretika, sekaligus membawa budaya organisasi yang transparan dan inklusif,” ujar Praptiningsih.

Sekretaris Jenderal MPM FEB UPN “Veteran” Jakarta Periode 2026, Alysa Kiran, menyampaikan bahwa Legislative Month merupakan salah satu sarana pembelajaran bagi fungsionaris dan intern MPM FEB untuk memahami peran serta fungsi lembaga legislatif mahasiswa. Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas organisasi.

Legislative Month menjadi salah satu wadah bagi kita untuk belajar dan memahami lebih jauh mengenai legislasi, demokrasi, serta bagaimana menjalankan fungsi dan tanggung jawab sebagai lembaga legislatif mahasiswa. Saya berharap teman-teman dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan mengambil sebanyak-banyaknya ilmu yang nantinya dapat diterapkan dalam organisasi,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dibuka oleh Ketua Pelaksana Legislative Month 2026, Mayfandito. Ia mengajak seluruh peserta mengikuti setiap sesi secara aktif agar dapat memperoleh wawasan dan pengalaman yang relevan dengan pelaksanaan organisasi kemahasiswaan.

Materi pertama disampaikan Auditor Ahli Utama Sekretariat Jenderal DPR RI, Drs. Setyanta Nugraha, M.M., QGIA., CGCAE, IIAP, QIA. Ia membahas peran mahasiswa sebagai salah satu pilar dalam kehidupan demokrasi, termasuk pentingnya sikap kritis, penyampaian aspirasi, serta pengawasan terhadap proses pengambilan keputusan di lingkungan kampus.

“Mahasiswa tidak hanya memiliki peran dalam bidang akademik, tetapi juga dituntut untuk berpikir kritis, menyampaikan aspirasi, serta turut mengawal proses pengambilan keputusan di lingkungan kampus,” ujar Setyanta.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam menjalankan fungsi legislasi mahasiswa. Menurutnya, proses penyusunan peraturan, pengambilan keputusan, pelaksanaan pengawasan, hingga penyampaian aspirasi perlu dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola organisasi mahasiswa yang kredibel.

Setelah pemaparan materi, peserta mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan serah terima plakat dan hampers kepada Setyanta sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya sebagai narasumber.

Materi kedua menghadirkan alumni Ketua Umum MPM FEB UPN “Veteran” Jakarta Periode 2024, Indra Darmawan Putra, S.M., yang membawakan materi “Leadership and Decision Making”. Materi tersebut menyoroti pentingnya kemampuan kepemimpinan dan pengambilan keputusan bagi mahasiswa yang terlibat dalam organisasi.

Indra menjelaskan bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu mengarahkan anggota, tetapi juga harus memahami situasi, mempertimbangkan berbagai pilihan, serta mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab. Kemampuan tersebut menjadi semakin penting dalam organisasi legislatif mahasiswa yang berhadapan dengan beragam aspirasi, perbedaan pendapat, dan persoalan yang membutuhkan keputusan bersama.

“Seorang pemimpin tidak hanya dituntut untuk mampu mengarahkan anggota, tetapi juga perlu memahami situasi, mempertimbangkan berbagai pilihan, serta mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab. Kemampuan leadership dan decision making menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang terlibat dalam organisasi legislatif,” tutur Indra.

Sesi tersebut dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengaitkan materi kepemimpinan dan pengambilan keputusan dengan pengalaman organisasi. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan serah terima plakat dan hampers kepada Indra.

Melalui kegiatan ini, MPM FEB UPN “Veteran” Jakarta berharap penguatan pemahaman mengenai demokrasi, legislasi, transparansi, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjalankan fungsi organisasi secara kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab.

Share :