FEBUPNVJ – Departemen Pendidikan dan Keilmuan Bidang Pengembangan Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (BEM FEB UPNVJ) menggelar sesi pembekalan EPIC Batch 2 – Business Plan, Day 2, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti lebih dari 90 peserta. Pembekalan menghadirkan Syifa Nurul Azizah, Head of Research and Education KSM Tax Center, sebagai mentor untuk memperkuat kesiapan peserta menghadapi kompetisi rencana bisnis atau Business Plan Competition (BPC).

Pada hari kedua, peserta memperoleh materi mengenai berbagai aspek penting dalam penyusunan business plan. Materi mencakup strategi pemasaran melalui pendekatan STP dan 7P, visualisasi produk serta prototipe berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), penyusunan proyeksi keuangan menggunakan Microsoft Excel, hingga analisis kelayakan investasi.

Dalam pembahasan kelayakan finansial, peserta diperkenalkan pada sejumlah metode pengukuran, seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Pemahaman terhadap aspek tersebut diharapkan dapat membantu peserta menyusun proposal bisnis yang tidak hanya memiliki gagasan menarik, tetapi juga didukung oleh perencanaan keuangan yang terukur.

Sesi berlangsung interaktif melalui berbagai pertanyaan yang disampaikan peserta. Diskusi mencakup mekanisme presentasi bagi tim finalis, tingkat kedalaman penjelasan perhitungan NPV, IRR, dan PP yang perlu disampaikan kepada juri, penggunaan AI untuk membuat visualisasi prototipe produk, serta dokumen pendukung yang perlu disertakan dalam proposal business plan.

Salah satu isu yang banyak mendapat perhatian adalah penggunaan AI dalam menggambarkan prototipe produk. Peserta menanyakan kesetaraan penilaian antara tim yang memanfaatkan AI untuk visualisasi dengan tim yang membuat prototipe secara manual.

Selain itu, peserta juga menyoroti contoh skala ide bisnis yang dibahas dalam sesi pembekalan. Sejumlah peserta mempertanyakan apakah ilustrasi bisnis dengan skala produksi besar menjadi standar yang harus diikuti dalam kompetisi atau hanya digunakan sebagai contoh untuk memahami proses penyusunan rencana bisnis.

Melalui pembekalan ini, peserta didorong untuk memahami bahwa penyusunan business plan memerlukan keterpaduan antara strategi pemasaran, inovasi produk, perencanaan operasional, dan kelayakan finansial. Diskusi teknis yang berlangsung juga menjadi ruang bagi peserta untuk memperoleh pemahaman lebih jelas mengenai standar penyusunan proposal dan persiapan kompetisi.

Sesi bersama Syifa Nurul Azizah menjadi bagian dari rangkaian EPIC Batch 2 yang dirancang Departemen Pendidikan dan Keilmuan Bidang Pengembangan Mahasiswa BEM FEB UPN “Veteran” Jakarta. Program ini diharapkan dapat mempersiapkan peserta secara menyeluruh sebelum memasuki kompetisi business plan, sehingga mampu menghasilkan proposal yang lebih matang dari sisi strategi bisnis, visualisasi produk, dan kelayakan finansial.

Share :
Tags: