
FEBUPNVJ — Himpunan Mahasiswa Program Studi D3 Perbankan dan Keuangan (HIMAPRODIKAP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Literasi Keuangan pada Sabtu, 29 Agustus 2026 di Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dan dosen Program Studi D3 Perbankan dan Keuangan UPNVJ serta dihadiri oleh masyarakat Desa Curug sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai pentingnya literasi serta pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, serta pre-test dan post-test. Edukasi diberikan untuk membantu masyarakat mengambil keputusan keuangan secara bijak, memanfaatkan layanan perbankan digital, serta menghindari penipuan dan penyalahgunaan data pribadi.
Ratna Arista Dewi selaku dosen perwakilan Program Studi D3 Perbankan dan Keuangan UPNVJ menyampaikan sambutan dengan harapan agar kegiatan ini dapat menambah wawasan dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam menghadapi perkembangan era digital, serta pengetahuan yang diperoleh dapat dibagikan kepada orang-orang di sekitar. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Aminah Tasya Alhumairoh selaku Ketua Pelaksana dan Vinsensius Deni Wijaya selaku Ketua HIMAPRODIKAP, serta dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Muktab Tabrani selaku Kepala Desa Curug yang menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan dosen atas kesediaannya berbagi pengetahuan kepada masyarakat, sekaligus berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko keuangan digital, termasuk pinjaman online. Setelah rangkaian sambutan, dilakukan penyerahan plakat dan pengisian pre-test oleh masyarakat sebelum memasuki sesi penyampaian materi.
Materi pertama, “Uang Aman, Keluarga Nyaman: Cerdas Mengelola Keuangan di Era Digital” yang disampaikan oleh Vinsensius Deni Wijaya dan Raden Defina Laila Mustikarini. Materi ini membahas pentingnya mengelola dan menyimpan uang secara aman dan bijak dengan konsep pengelolaan keuangan 50:30:20, yaitu 50% pendapatan digunakan untuk kebutuhan primer, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk investasi. Selain itu, masyarakat diajak memahami perubahan kebiasaan dalam menyimpan uang dari cara konvensional seperti, menyimpan uang di lemari atau di bawah bantal yang memiliki risiko kehilangan, pencurian, hingga kerusakan, menjadi pemanfaatan layanan perbankan digital seperti mobile banking. Melalui mobile banking, masyarakat dapat mengakses layanan perbankan dan melakukan berbagai transaksi dengan lebih mudah melalui telepon genggam.
Materi kedua, “Uang Bertumbuh, Hati Tetap Tenang: Mengenali Investasi dan Waspadai Penipuan Digital” yang disampaikan oleh Asti Riski Ramdani dan Andika Rahma Dani Saputra. Investasi sebagai salah satu cara untuk mengembangkan dana di masa mendatang, dengan mengenalkan beberapa instrumen seperti emas, deposito, obligasi, dan saham. Peserta juga diajak memahami tiga hal penting sebelum berinvestasi, yaitu menentukan tujuan, mengenali risiko, dan memilih produk investasi yang sesuai. Selain itu peserta diberi edukasi mengenai berbagai modus penipuan digital dan diimbau untuk memastikan legalitas, memahami risiko, serta menjaga kerahasiaan data pribadi sebelum bertransaksi. Materi ditutup dengan pesan, “Ibu yang cerdas tidak hanya mengatur apa yang ada di piring keluarga hari ini, tetapi juga menyiapkan jaminan untuk esok hari.” sebagai pengingat pentingnya mengelola dan mengembangkan keuangan secara bijak demi masa depan keluarga.
Setelah penyampaian kedua materi, kegiatan dilanjut peserta mengerjakan post-test untuk mengetahui pemahaman terhadap materi yang telah diberikan. Lalu sesi spin wheel untuk pembagian doorprize, foto bersama, serta pembagian minyak gratis kepada masyarakat Desa Curug sebagai bentuk apresiasi.
Melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat Literasi Bank, HIMAPRODIKAP berupaya meningkatkan literasi khususnya dalam mengelola keuangan, memanfaatkan layanan perbankan digital, serta mengenali risiko berinvestasi dan penipuan digital. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi HIMAPRODIKAP mendorong masyarakat untuk menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dan membantu masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan yang lebih aman dan tepat.
