FEBUPNVJ — Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkembang. Pesan itu menjadi salah satu pelajaran yang dibagikan Rizky Ardiansyah, alumni S1 Akuntansi FEB UPN “Veteran” Jakarta angkatan 2023, dalam sesi inspiratif PKKMB FEB UPNVJ 2026 di Balai Komando Cijantung, Jakarta Timur pada Kamis (13/8/2026).

Rizky dikenal aktif mengikuti berbagai kompetisi, khususnya di bidang pasar modal, serta pernah terlibat dalam puluhan tim kompetisi. Dalam sesi yang dimoderatori Kevin, ia membagikan pengalaman sejak menjadi mahasiswa baru hingga membangun kemampuan melalui komunitas, pembelajaran bersama kakak tingkat, dan berbagai kompetisi.

Saat menjadi mahasiswa baru, Rizky mengaku melihat dirinya berasal dari kondisi yang terbatas. Kondisi tersebut justru menjadi motivasi untuk berkembang dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Ketertarikannya pada investasi kemudian membawanya aktif di Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEB UPNVJ.

“Ketika masuk, saya melihat keadaan sebagai peluang. Saya belajar dari kakak tingkat dan memanfaatkan ruang belajar yang ada,” ungkap Rizky.

Pada tahun pertama, Rizky memilih untuk tidak terburu-buru mengejar hasil. Ia lebih dahulu membangun pemahaman dan kemampuan melalui proses belajar. Setelah memiliki dasar yang cukup, ia mulai berani mengikuti kompetisi dan mengembangkan pengalaman secara bertahap.

Menurut Rizky, mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi sebenarnya dapat memulai pencarian informasi dengan cara sederhana. Salah satunya melalui media sosial dengan menggunakan kata kunci sesuai bidang lomba yang ingin diikuti.

Ketika ditanya mengenai informasi beasiswa, Rizky juga membagikan pengalamannya mengikuti KJMU serta menyarankan mahasiswa untuk mencari peluang lain, termasuk program GenBI.

Pengalaman mengikuti kompetisi juga mengajarkan Rizky bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu. Ia menjelaskan bahwa dalam berbagai kompetisi, dirinya pernah bekerja bersama sekitar 28 orang berbeda dalam tim yang berbeda.

Pergantian anggota tim menjadi salah satu tantangan karena setiap orang memiliki karakter dan pola kerja masing-masing. Ada anggota yang cepat bekerja, tetapi ada pula yang cenderung menunda pekerjaan. Karena itu, komunikasi dan pembentukan hubungan menjadi hal penting sebelum masuk ke tahap teknis kompetisi.

“Jangan langsung membicarakan lomba. Bangun bonding terlebih dahulu, kemudian buat timeline agar pekerjaan ke depan lebih jelas,” jelasnya.

Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Rizky terjadi ketika mengikuti kompetisi di BINUS bersama anggota tim dari UNDIP dan UNNES. Tim tersebut justru berada di posisi bawah dalam daftar finalis. Kondisi itu sempat menimbulkan tekanan karena mereka terbiasa meraih kemenangan.

Namun, situasi tersebut menjadi titik balik. Tim memilih meningkatkan kepercayaan diri dan bekerja lebih keras hingga akhirnya berhasil keluar sebagai juara pertama.

Rizky mengatakan pengalaman tersebut mengajarkan bahwa posisi awal bukan penentu hasil akhir. Mahasiswa perlu percaya terhadap kemampuan sendiri dan tidak berhenti berusaha ketika menghadapi tekanan.

Selain prestasi, berbagai pengalaman kompetisi juga membantunya mengenali keunggulan diri, salah satunya kemampuan presentasi. Pengalaman tersebut bahkan membuka jejaring profesional ketika dirinya dihubungi melalui LinkedIn.

Bagi mahasiswa baru FEB UPNVJ, Rizky berpesan agar tidak menunggu peluang datang, tetapi aktif mencarinya. Dengan berani mencoba, membangun jejaring, belajar dari orang lain, dan konsisten mengevaluasi diri, mahasiswa dapat mengubah keterbatasan menjadi peluang untuk berprestasi.

Share :