FEBUPNVJ – Penguatan riset dan hilirisasi teknologi dinilai menjadi salah satu strategi penting dalam membangun ekonomi Indonesia yang berdaya saing di tingkat global. Gagasan tersebut disampaikan Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng., Ph.D., Komisaris PT Nanotech Indonesia Global Tbk, saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional dan Call for Papers Business, Economics, Management, and Accounting (BIEMA) 9th yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ), Rabu (29/7/2026), di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika UPNVJ.

Dalam paparannya yang berjudul “Indonesia dalam Perspektif Nanoteknologi: Inovasi Bisnis Start-up Berbasis Hasil Litbang sebagai Penggerak Ekonomi Baru”, Prof. Nurul menjelaskan bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi kekuatan ekonomi dunia melalui pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan (research and development) yang dikomersialisasikan menjadi produk bernilai tinggi. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam, keanekaragaman hayati, serta bonus demografi merupakan keunggulan yang harus didukung oleh penguasaan teknologi, khususnya nanoteknologi.

Ia memaparkan bahwa nanoteknologi mampu meningkatkan nilai tambah berbagai komoditas Indonesia secara signifikan. Beragam sumber daya alam, seperti pasir besi, pasir kuarsa, kunyit, kulit manggis, limbah cangkang udang, rumput laut, hingga tanaman herbal dapat diolah menjadi material atau produk berbasis nanopartikel yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi dibandingkan bahan bakunya.

Menurut Prof. Nurul, peningkatan nilai tambah tersebut membuka peluang lahirnya industri baru berbasis inovasi. Melalui pemanfaatan nanoteknologi, hasil riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk komersial yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri nasional, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan bahwa riset merupakan tulang punggung lahirnya perusahaan rintisan (start-up) berbasis teknologi. Universitas memiliki peran strategis sebagai pusat inovasi yang menghasilkan pengetahuan, paten, dan teknologi yang selanjutnya dapat dikembangkan menjadi usaha yang berorientasi pasar. Oleh karena itu, kolaborasi antara peneliti, teknopreneur, investor, industri, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Prof. Nurul menjelaskan tahapan pengembangan perusahaan rintisan berbasis hasil penelitian dimulai dari proses inventorisasi teknologi, validasi potensi pasar, pengembangan produk, pembentukan tim teknopreneur, hingga memperoleh pendanaan melalui angel investor maupun venture capital. Tahapan tersebut bertujuan agar hasil riset mampu berkembang menjadi perusahaan yang berkelanjutan dan memiliki daya saing hingga memasuki pasar modal melalui penawaran saham perdana (initial public offering).

Sebagai contoh implementasi, Prof. Nurul memaparkan pengalaman pengembangan ekosistem Nanotech Indonesia yang berhasil membangun puluhan produk berbasis nanoteknologi, menghasilkan berbagai paten, mendirikan perusahaan rintisan, serta mengomersialisasikan hasil penelitian ke pasar. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara riset, inovasi, dan kewirausahaan mampu menghasilkan dampak ekonomi yang nyata.

Menutup paparannya, Prof. Nurul menyampaikan bahwa keberhasilan membangun start-up berbasis hasil penelitian bergantung pada beberapa faktor utama, yaitu kualitas hasil riset dan kekayaan intelektual, pembentukan perusahaan rintisan, sinergi antara inventor dan teknopreneur, pendampingan oleh mentor yang berpengalaman, serta dukungan kebijakan komersialisasi yang efektif. Ia juga menegaskan bahwa nanoteknologi berbasis sumber daya alam merupakan salah satu lokomotif yang dapat membawa Indonesia menjadi negara yang lebih kompetitif di era Industri 4.0.

Melalui kehadiran Prof. Nurul Taufiqu Rochman dalam BIEMA 9th, FEB UPNVJ menghadirkan perspektif mengenai pentingnya transformasi hasil penelitian menjadi inovasi bisnis yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi. Forum ilmiah ini sekaligus memperkuat komitmen FEB UPNVJ dalam mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan dunia usaha guna melahirkan inovasi yang mendukung pembangunan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

Share :