
FEBUPNVJ – Himpunan Mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ) melanjutkan rangkaian Accounting Contest 2026 melalui pelaksanaan Week 2 yang menjadi tahap penentu kompetisi. Setelah melewati Preliminary Round: The Knowledge Clash dan Semifinal Round: The Cycle Challenge pada Week 1, lima tim terbaik kembali bersaing pada Final Round: The Capital Challenge dan Grand Final Round: The Case Mastery untuk memperebutkan gelar juara Accounting Contest 2026.
Memasuki Final Round: The Capital Challenge, lima tim dengan perolehan nilai tertinggi dari babak sebelumnya kembali diuji melalui dua jenis soal, yaitu soal wajib dan soal rebutan. Soal wajib berupa pertanyaan pilihan ganda yang menguji penguasaan teori serta kemampuan perhitungan akuntansi. Sementara itu, soal rebutan menghadirkan tantangan berbeda melalui sistem investasi poin, di mana setiap tim harus menyusun strategi sebelum memutuskan untuk menjawab pertanyaan singkat yang diberikan.
Persaingan pada babak final berlangsung semakin ketat. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan berupaya memberikan performa terbaik di bawah tekanan waktu dan kompetisi. Selain menguji pemahaman konsep akuntansi, kedua bentuk soal tersebut juga menilai ketelitian, kecepatan berpikir, serta kemampuan peserta dalam menyusun strategi untuk memperoleh poin maksimal.
“Seru banget dan kompetitif sekali. Di babak Final Round ini ternyata kita tidak hanya perlu mempunyai wawasan dan pengetahuan yang luas, tetapi strategi dalam mengatur waktu juga sangat penting,” ujar salah satu peserta dari Tim ORG.
Hasil akhir Final Round menetapkan tiga tim dengan nilai tertinggi untuk melanjutkan perjuangan pada Grand Final Round: The Case Mastery, sebagai babak puncak dalam Accounting Contest 2026.
Pada Grand Final Round: The Case Mastery, ketiga tim finalis dihadapkan pada studi kasus yang sama mengenai isu terkini di bidang akuntansi. Setiap tim diminta menyusun solusi melalui proses diskusi, analisis, dan penyelesaian kasus secara komprehensif sebelum mempresentasikan hasilnya di hadapan dewan juri. Sesi ini dilanjutkan dengan tanya jawab yang menguji ketajaman argumentasi, kemampuan berpikir kritis, komunikasi profesional, serta kerja sama tim dalam menyelesaikan permasalahan yang kompleks.
Berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya, Accounting Contest 2026 menghadirkan pembaruan pada struktur kompetisi. Perubahan susunan babak dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif sekaligus menghadirkan tantangan yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia profesi akuntansi saat ini. Setiap tahapan kompetisi tidak hanya mengukur penguasaan teori, tetapi juga kemampuan peserta dalam berpikir strategis, mengambil keputusan, serta menyelesaikan persoalan berbasis kasus nyata.
Ketua Pelaksana Accounting Contest 2026 menjelaskan bahwa penyempurnaan format kompetisi merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di luar kelas sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi dinamika profesi akuntan pada era digital yang terus berkembang. Melalui kompetisi ini, peserta diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan analitis, kolaboratif, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan dunia kerja.
