
FEBUPNVJ– Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (HIMA EP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menggelar Development Cita Care 2026 bertema Cycle the Waste, Create the Value di Aula Kantor Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (25/7). Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan limbah yang memiliki nilai ekonomis sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Kegiatan diikuti masyarakat Desa Waru, perangkat desa, dosen FEB UPNVJ, serta mahasiswa HIMA Ekonomi Pembangunan.
Dalam sambutannya, Project Officer Development Cita Care 2026, Davina Elysa Putri Nainggolan, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi sarana berbagi pengetahuan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui edukasi pengelolaan limbah yang dapat menciptakan nilai tambah ekonomi.
Perwakilan dosen FEB UPNVJ, Khusnul Khatimah, S.P., M.Si., mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat yang relevan dengan kebutuhan lingkungan dan ekonomi saat ini. Ia berharap materi yang diberikan tidak berhenti pada tataran teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Apresiasi juga disampaikan oleh Sekretaris Desa Waru, Syamsudin, yang mengucapkan terima kasih atas kepedulian HIMA Ekonomi Pembangunan UPNVJ dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan melalui inovasi berbasis lingkungan.

Sebelum memasuki sesi materi, seluruh peserta mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal mengenai pengelolaan limbah dan pemberdayaan ekonomi. Hasil pengukuran ini menjadi dasar evaluasi efektivitas penyampaian materi selama kegiatan berlangsung.
Materi pertama disampaikan oleh Sarah Ghania, S.P.W.K., M.E. yang membahas strategi meningkatkan nilai tambah UMKM melalui penguatan daya saing usaha dan perluasan akses pasar. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa pemasaran digital menjadi strategi efektif karena mampu menjangkau konsumen lebih luas dengan biaya yang relatif rendah. Peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan Google Business Profile sebagai media promosi untuk meningkatkan visibilitas usaha dan memudahkan calon konsumen memperoleh informasi mengenai produk maupun lokasi usaha.
Materi berikutnya disampaikan oleh Sasmita Nurvinda Laili, S.E., M.E. mengenai pentingnya sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Ia menjelaskan bahwa legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal, merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas akses pasar. Selain menjelaskan manfaat sertifikasi halal, peserta juga memperoleh informasi mengenai tahapan pengajuan sertifikasi bagi pelaku usaha.
Pada sesi ketiga, Viyolanda Azrimultiya, S.E., M.E. memperkenalkan inovasi pemanfaatan limbah organik melalui pembuatan eco enzyme. Peserta memperoleh pengetahuan mengenai proses fermentasi limbah buah dan sayuran menjadi cairan multifungsi yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk cair, maupun pestisida organik. Materi ini diperkaya dengan praktik langsung sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan pembuatannya sekaligus melihat potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dari produk tersebut.
Materi terakhir diawali oleh Ullya Vidriza, S.E., M.Si. yang menekankan pentingnya pengelolaan limbah organik sebagai peluang ekonomi berbasis lingkungan. Selanjutnya, Davina Elysa Putri Nainggolan bersama I’zaz Muhammad Arzahthara Sitompul memaparkan budidaya maggot sebagai alternatif pengolahan sampah organik yang bernilai ekonomis. Peserta dikenalkan pada proses budidaya maggot, manfaatnya dalam mempercepat penguraian limbah organik, serta potensinya sebagai pakan ternak yang memiliki nilai jual. Sesi ini juga dilengkapi dengan demonstrasi praktik agar peserta dapat memahami proses budidaya secara lebih komprehensif.
Setelah seluruh materi selesai disampaikan, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman dibandingkan dengan hasil pre-test. Evaluasi ini menunjukkan komitmen panitia dalam memastikan materi yang diberikan dapat dipahami secara efektif oleh peserta.
