
FEBUPNVJ – Himpunan Mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ) menyelenggarakan GREEN AKS1 2026 bertema SUSTAINS1 (Sustainability Awareness and Action S1 Akuntansi) pada Sabtu (11/7/2026) di RPTRA Cendekia, Jakarta Selatan. Kegiatan yang diikuti 10 peserta yang terdiri atas mahasiswa aktif dan alumni, serta didukung oleh 29 panitia ini bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan limbah rumah tangga melalui edukasi dan praktik pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sebagai bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan.
Koordinator Program Studi S1 Akuntansi FEB UPNVJ, Dewi Darmastuti, SE., M.S.Ak., dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang menghadirkan program berbasis aksi nyata untuk menjaga lingkungan. Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari hal yang besar. Dengan memilah sampah sejak dari rumah dan mengolah sampah organik menjadi kompos, kita sudah memberikan kontribusi nyata sekaligus memudahkan proses pengelolaan sampah,” ujar Dewi.
Ketua Himpunan Mahasiswa S1 Akuntansi, Galang Andrian, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya GREEN AKS1 2026. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi program berkelanjutan yang mampu memperluas dampak positif di tengah masyarakat.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Mari bagikan pengalaman dan ilmu yang diperoleh melalui media sosial agar semakin banyak orang mengetahui dan semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan,” tuturnya.
Sementara itu, Project Officer GREEN AKS1 2026, Devita Tri Hapsari, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kepedulian terhadap isu lingkungan melalui pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomis.
“Melalui tema SUSTAINS1, kami berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan mengenai isu lingkungan sekaligus mengajak peserta untuk beraksi nyata melalui praktik daur ulang limbah menjadi produk yang bermanfaat. Semoga pengalaman hari ini menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan yang lebih peduli terhadap lingkungan,” ungkap Devita.
Sebagai kegiatan utama, peserta mengikuti workshop bertajuk “Bagaimana Kita Bisa Melakukan Pengelolaan Sampah dan Daur Ulang?” yang disampaikan oleh Dila Farhani Nurrahman, Officer Yayasan Plan International Indonesia sekaligus mahasiswa Magister Hukum Universitas Indonesia. Dalam pemaparannya, ia mengulas dampak negatif sampah dan minyak jelantah terhadap lingkungan serta pentingnya pengelolaan limbah sejak dari sumbernya.
Dila juga memperkenalkan konsep 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, dan Rot) sebagai pendekatan pengelolaan sampah berkelanjutan. Selain itu, peserta diajak memahami konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi, salah satunya lilin aromaterapi.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam berbagi pengetahuan, panitia menyerahkan plakat penghargaan kepada narasumber.
Usai sesi materi, peserta dibagi ke dalam dua kelompok untuk mengikuti praktik pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah. Narasumber terlebih dahulu menjelaskan bahan, peralatan, serta tahapan pembuatannya sebelum peserta mempraktikkan proses tersebut secara langsung dengan pendampingan panitia.
Melalui praktik ini, peserta memperoleh pengalaman mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang lebih bernilai sekaligus memahami bahwa penerapan prinsip keberlanjutan dapat dimulai dari aktivitas sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk membangun suasana yang lebih interaktif, panitia mengadakan permainan bertema lingkungan bertajuk “Susun Kata“. Kegiatan ini dirancang untuk melatih komunikasi, kreativitas, serta kerja sama antarpeserta melalui penyusunan kata-kata yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan dan daur ulang.
Panitia juga memberikan penghargaan kepada kelompok dengan hasil lilin aromaterapi terbaik serta pemenang permainan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas, kolaborasi, dan semangat peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Menjelang penutupan, kegiatan diisi dengan sesi kesan dan pesan yang disampaikan oleh para pendamping praktik serta beberapa peserta. Berbagai tanggapan positif menunjukkan antusiasme peserta terhadap konsep pembelajaran yang menggabungkan edukasi, praktik, dan aksi nyata dalam pengelolaan limbah rumah tangga. Acara kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama dan makan siang sebagai simbol kebersamaan seluruh peserta.
