FEBUPNVJ – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ) bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Kuliah Umum Kebanksentralan pada 5 Mei 2026 di Kampus UPN “Veteran” Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari Tim Perlindungan Konsumen Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, yakni Danny Pardamean, Mursidi, dan Putri Friesillka. Kuliah umum tersebut bertujuan meningkatkan literasi mahasiswa terkait sistem pembayaran digital, perlindungan konsumen, serta peran strategis Bank Indonesia sebagai bank sentral.

Acara dibuka dengan sambutan Dekan FEB UPN “Veteran” Jakarta, Dr. Jubaedah, SE, MM. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap perkembangan ekonomi dan keuangan digital yang terus berkembang di Indonesia. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki literasi keuangan yang baik agar mampu beradaptasi dengan transformasi digital sekaligus terhindar dari berbagai risiko transaksi elektronik.

Pada sesi pemaparan materi, narasumber pertama membahas fenomena penipuan transaksi digital yang semakin marak terjadi di tengah tingginya penggunaan layanan keuangan digital. Dalam sesi ini, mahasiswa diberikan edukasi mengenai langkah praktis menghadapi modus penipuan digital melalui prinsip “Stop – Cek – Lindungi”. Peserta diimbau untuk tidak mudah panik saat menerima informasi mencurigakan, selalu memverifikasi sumber informasi, serta menjaga kerahasiaan data pribadi dan akses keuangan.

Materi kedua mengangkat edukasi mengenai sistem pembayaran digital QRIS. Narasumber menjelaskan bahwa Bank Indonesia sebagai bank sentral memiliki tujuan mencapai dan memelihara stabilitas nilai rupiah, menjaga stabilitas sistem pembayaran, serta mendukung stabilitas sistem keuangan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam pemaparannya juga dijelaskan bahwa penguatan kebijakan QRIS, termasuk implementasi QRIS Tap dan QRIS Cross Border, menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi dan keuangan digital daerah yang inklusif dan efisien.

Mahasiswa turut diberikan pemahaman mengenai pentingnya keamanan dalam bertransaksi digital melalui prinsip “PEKA”, yaitu Peduli, Kenali, dan Adukan. Prinsip tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat lebih waspada dalam menggunakan layanan pembayaran digital sekaligus memahami langkah pelaporan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan transaksi.

Sementara itu, materi ketiga membahas peran Bank Indonesia sebagai bank sentral. Narasumber menjelaskan bahwa bank sentral merupakan induk perbankan yang mengontrol pasokan uang dan distribusinya kepada masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya, Bank Indonesia memiliki tiga kebijakan utama, yakni kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, dan kebijakan sistem pembayaran.

Pada aspek moneter, Bank Indonesia bertugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter guna menjaga inflasi tetap rendah serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Pada aspek makroprudensial, Bank Indonesia melakukan pengaturan dan pengawasan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan agar pertumbuhan kredit tetap sehat dan mendukung perkembangan UMKM. Sementara pada aspek sistem pembayaran, Bank Indonesia memastikan sistem pembayaran berjalan cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Narasumber juga menegaskan bahwa Bank Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah dan berbagai lembaga negara lainnya dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Koordinasi tersebut dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola dan akuntabilitas yang baik.

Melalui kegiatan ini, FEB UPN “Veteran” Jakarta berharap mahasiswa dapat memahami peran strategis Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan transaksi digital. Dekan FEB UPNVJ Dr. Jubaedah, SE, MM menyampaikan bahwa kolaborasi akademik bersama Bank Indonesia menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan industri dan tantangan ekonomi digital saat ini.

Share :