FEBUPNVJ – Tim Mawarora Veteran yang beranggotakan tiga mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ) kembali menorehkan prestasi pada kompetisi akuntansi tingkat nasional. Tim yang terdiri atas Siti Masruro Islamiyah sebagai ketua, Inggita Eka Wahyuni, dan Aurora Nadia Jovanna Sibarani berhasil meraih prestasi dalam Accounting Fair – GALAKSI 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Accounting Fair – GALAKSI 2026 mengusung tema “ACCOUNTABLE: Action, Continuity, Competency” dan mempertemukan mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi ini menguji kemampuan peserta melalui sejumlah tahapan, mulai dari soal teori akuntansi, pengerjaan siklus akuntansi menggunakan Microsoft Excel, hingga babak cerdas cermat.

Bagi Tim Mawarora Veteran, kompetisi tersebut menjadi ruang untuk menguji kemampuan akuntansi secara komprehensif sekaligus mempertahankan konsistensi setelah sebelumnya meraih Juara I pada National Accounting Competition (NAC) Universitas Negeri Jakarta. Pengalaman tersebut menjadi modal sekaligus motivasi bagi ketiganya untuk mencoba tantangan dengan format kompetisi yang berbeda.

“Bagi kami, perjalanan ini bukan hanya tentang posisi atau hasil akhir, tetapi tentang bagaimana kami mampu menjaga konsistensi, menguji batas kemampuan, dan belajar dari setiap proses,” ujar Tim Mawarora Veteran.

Persiapan dilakukan secara bertahap sejak masa pendaftaran hingga pelaksanaan babak penyisihan pada 25 Oktober 2026 dan semifinal/final pada 31 Oktober 2026. Di tengah kesibukan perkuliahan dan kegiatan magang masing-masing anggota, tim membagi materi berdasarkan bidang akuntansi yang diujikan, meliputi Pengantar Akuntansi, Akuntansi Keuangan Menengah, Akuntansi Keuangan Lanjutan, Akuntansi Biaya, Akuntansi Manajemen, Perpajakan, hingga PSAK terbaru.

Setiap anggota mendalami materi tertentu untuk kemudian dibahas bersama. Pola belajar tersebut diterapkan agar penguasaan materi tetap terintegrasi sekaligus membantu tim menghadapi cakupan soal yang luas. Persiapan juga dilakukan melalui latihan soal, pembahasan kasus, serta simulasi pengerjaan dengan mempertimbangkan batas waktu pada setiap babak.

Strategi pembagian peran menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi kompetisi. Tim juga menekankan efisiensi waktu, terutama ketika menyelesaikan kasus Siklus Akuntansi Manufaktur, serta menjaga ketenangan mental ketika menghadapi tekanan kompetisi.

Tantangan muncul sejak babak prelim atau penyisihan. Pada tahap tersebut, kompetisi diikuti secara daring oleh dua anggota Tim Mawarora Veteran karena satu anggota lainnya harus mewakili tim dalam kompetisi lain yang berlangsung pada waktu bersamaan. Kondisi tersebut menuntut koordinasi dan kemampuan beradaptasi agar proses pengerjaan tetap berjalan optimal.

Pada babak semifinal, tantangan semakin meningkat. Peserta diminta menyelesaikan kasus Siklus Akuntansi Manufaktur menggunakan Microsoft Excel dalam waktu 160 menit. Tim Mawarora Veteran mampu menyelesaikan seluruh siklus hingga tahap akhir dengan kecepatan pengerjaan yang dinilai baik. Namun, terdapat kekurangan ketelitian pada bagian penjurnalan yang kemudian menjadi bahan evaluasi tim.

Hasil semifinal menunjukkan persaingan yang sangat ketat. Tim Mawarora Veteran hanya terpaut 0,3 poin dari tim yang menempati posisi ketiga dan melaju ke babak final. Selisih tersebut menjadi salah satu pengalaman paling berkesan sekaligus pelajaran penting bagi tim mengenai arti ketelitian dalam menyelesaikan setiap detail kasus akuntansi.

“Kami merasa sangat bangga dan bersyukur atas seluruh proses yang sudah kami lewati. Persaingan di semifinal sangat ketat karena pengerjaan siklus akuntansi membutuhkan ketelitian dan kecepatan tinggi. Ada banyak hal yang harus kami korbankan dari segi waktu, tenaga, dan penyesuaian jadwal sehingga seluruh perjuangan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ungkap Tim Mawarora Veteran.

Ketiga mahasiswa tersebut menilai pengalaman mengikuti berbagai kompetisi akuntansi selama kurang lebih dua tahun terakhir telah membentuk kemampuan akademik sekaligus mental kompetitif. Keberhasilan sebelumnya di NAC UNJ tidak membuat mereka berhenti berproses. Sebaliknya, pengalaman tersebut menjadi dorongan untuk terus mencoba kompetisi dengan tingkat kesulitan dan sistem perlombaan yang berbeda.

Dukungan FEB UPNVJ turut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengikuti rangkaian kompetisi. Selain dukungan moril dan fasilitas administrasi, proses pembelajaran di bangku kuliah juga menjadi fondasi utama bagi tim dalam menyelesaikan berbagai kasus dan soal yang diujikan.

Bagi Tim Mawarora Veteran, pengalaman tersebut memberikan dampak pada kemampuan akademik maupun pengembangan diri. Ketelitian, manajemen waktu, kerja sama, dan ketahanan mental menjadi kompetensi yang semakin terasah selama mengikuti kompetisi. Selisih 0,3 poin pada semifinal juga mengajarkan pentingnya memperhatikan setiap detail dalam pengerjaan akuntansi.

Prestasi Tim Mawarora Veteran menjadi bagian dari upaya FEB UPNVJ dalam mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik melalui pengalaman di luar kelas. Keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi tingkat nasional tidak hanya memperkuat penguasaan keilmuan, tetapi juga membangun karakter kompetitif, adaptif, dan mampu bekerja sama dalam menghadapi tantangan.

Tim Mawarora Veteran pun mengajak mahasiswa FEB UPNVJ untuk tidak ragu mencoba berbagai kompetisi. “Jangan takut untuk mencoba. Setiap kompetisi adalah ruang belajar. Terus jaga konsistensi karena proses dan pengalaman yang didapatkan jauh lebih berharga untuk membentuk versi diri yang lebih baik,” pesan mereka.

Share :