FEBUPNVJ – Kelompok Studi Pasar Modal FEB UPN “Veteran” Jakarta dengan bangga menyelenggarakan acara Sekolah Pasar Modal 2026 dengan tema “Sustainability in Investing: Corporate Strategies Toward Net Zero Emission 2030.” Acara ini diselenggarakan pada tanggal 22 September 2026 secara offline di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang berlokasi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12190.

Acara ini berhasil menarik 47 peserta yang terdiri dari mahasiswa FEB UPN “Veteran” Jakarta. Acara ini menampilkan dua pembicara yang berpengalaman di bidang pasar modal, yaitu Bapak Hendra Pamungkas Jovianto, Market Development Area 3, IDX dan Bapak Risky Arya Pratama Padang, Channel Development & Partnership MNC Sekuritas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, laporan Project Officer, sambutan Ketua KSPM FEB UPNVJ dan Dosen Pendamping, serta perkenalan narasumber. Sesi pertama menghadirkan Bapak Hendra Pamungkas Jovianto yang membawakan materi mengenai Makroekonomi, Fundamental, dan Sustainable Investment. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa investasi perlu diawali dengan perencanaan keuangan yang terukur serta pengelolaan cash flow yang sehat sebagai fondasi menuju financial freedom. Peserta juga diperkenalkan pada berbagai instrumen investasi, inflasi, risiko investasi bodong, serta prinsip OJK 2L (Legal dan Logis) sebagai landasan dalam menilai keamanan dan kelayakan suatu investasi. Materi turut mencakup struktur pasar modal yang terdiri dari OJK, KPEI, BEI, dan KSEI, manfaat menjadi investor, serta Top 20 Market Capitalization and Trading Value. Melalui pemahaman tersebut, peserta diharapkan mampu membangun dasar pengambilan keputusan investasi yang lebih rasional dengan mempertimbangkan peluang, risiko, dan tujuan finansial secara menyeluruh.

Pada sesi tanya jawab, Rafael Mahesa Pradana mengangkat fenomena FOMO dalam investasi dan bagaimana investor dapat menghindari keputusan yang hanya didasarkan pada keberhasilan orang lain. Bapak Hendra menekankan pentingnya melakukan pertimbangan secara matang sebelum menentukan keputusan investasi.

Sesi berikutnya diisi oleh Bapak Risky Arya Pratama Padang yang membahas dasar-dasar analisis saham melalui aplikasi Motion Trade. Peserta diperkenalkan pada pentingnya memahami karakteristik dan model bisnis perusahaan sebelum menentukan pilihan investasi, serta membangun keputusan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman. Pembahasan kemudian diarahkan pada analisis fundamental dengan pendekatan Top Down, yang mencakup kondisi ekonomi makro, sektor/industri, hingga kinerja perusahaan. Bapak Risky turut menguraikan keterkaitan pertumbuhan ekonomi dan suku bunga terhadap pergerakan pasar saham, serta karakteristik perusahaan yang memiliki fundamental baik, yaitu profitable, sehat, bertumbuh, dan memiliki valuasi yang tepat. Materi ini diharapkan dapat membekali peserta dengan kerangka analisis yang lebih sistematis dalam menilai saham dan mengambil keputusan investasi.

Pada sesi tanya jawab, Alif Ihsan Hermawan menanyakan indikator teknikal yang dapat digunakan untuk mengantisipasi pergerakan harga saham secara tiba-tiba. Pertanyaan tersebut dijawab oleh Bapak Risky Arya Pratama Padang melalui penjelasan mengenai penggunaan analisis teknikal dalam membaca pergerakan harga.

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan antusiasme selama kegiatan, panitia juga memberikan penghargaan kepada Pembicara, Penanya Terbaik, dan Peserta Teraktif. Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus mendorong partisipasi aktif peserta selama kegiatan berlangsung.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan IDX Tour yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lebih dekat lingkungan dan aktivitas di Bursa Efek Indonesia. Kegiatan ini menjadi pelengkap pengalaman peserta setelah memperoleh pemahaman mengenai pasar modal melalui sesi materi dan diskusi. Melalui pemaparan materi dari dua narasumber yang berkompeten, Sekolah Pasar Modal 2026 berhasil memberikan wawasan yang komprehensif dan praktis bagi mahasiswa UPN “Veteran” Jakarta. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi landasan yang kuat bagi para peserta untuk memulai perjalanan investasi dengan bijak dan terarah, sehingga dapat mencapai kemandirian finansial di masa depan.

Share :