
FEBUPNVJ – Pada hari Sabtu (01/08/2026), telah berlangsung program kerja Skill Improvement – PACT (Productivity, Agility, Capacity Training) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Jakarta dengan mengusung tema “Be Agile, Strategic and Stress Less”. Kegiatan ini dilaksanakan secara online melalui Zoom Meeting dengan menghadirkan Waode Zalfa Yunitradias, S.Psi., CHRM sebagai narasumber yang membawakan materi mengenai “Busy is Not Always Productive” dengan fokus pada manajemen stress. Jalannya diskusi dipandu oleh Aron Henandes selaku moderator yang memfasilitasi interaksi antara narasumber dan peserta selama kegiatan berlangsung. Skill Improvement merupakan program kerja yang dirancang sebagai wadah pengembangan kapasitas fungsionaris agar mampu meningkatkan produktivitas, kemampuan berpikir strategis, serta menjaga kesehatan mental dalam menjalankan tanggung jawab organisasi, akademik, dan kehidupan pribadi secara seimbang.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Himpunan Mahasiswa S1 Manajemen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi dinamika organisasi. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memperkuat kemampuan berpikir strategis, mengembangkan keterampilan mengelola tekanan dan potensi burnout, serta meningkatkan soft skills dan kesiapan mental sebagai bekal dalam menjalankan program kerja organisasi maupun menghadapi dunia profesional. Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terciptanya fungsionaris yang lebih resilien, produktif, serta mampu menjaga kesehatan mental di tengah berbagai tuntutan organisasi dan akademik.
Sebelum memasuki sesi pemaparan materi, peserta mengikuti aktivitas interaktif melalui Mentimeter sebagai sarana refleksi awal mengenai pengalaman dan tantangan dalam menghadapi stress selama menjalankan aktivitas akademik maupun organisasi. Hasil refleksi tersebut menjadi pengantar bagi narasumber dalam menyampaikan materi mengenai karakteristik lingkungan kerja masa kini (B.A.N.I. Era), faktor-faktor penyebab stress, pentingnya membangun high performance mindset, serta cara meningkatkan resiliensi melalui kemampuan coping, grit, sense making, dan emotional intelligence. Dalam sesi tersebut, Waode Zalfa Yunitradias juga menekankan pentingnya konsep Circle of Control dengan menyampaikan bahwa, “Mental sehat bukan berarti hidupnya enak, tapi punya kendali atas respon diri.” Selain itu, narasumber memperkenalkan Framework 3R (Recognize, Regulate, Respond) sebagai pendekatan praktis dalam mengenali, mengelola, dan merespons tekanan secara lebih sehat. Setelah sesi materi berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan sesi talkshow dan tanya jawab yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi secara langsung dengan narasumber. Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti workshop berbasis studi kasus, di mana setiap kelompok berdiskusi dan menyusun solusi atas permasalahan yang diberikan. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan oleh beberapa kelompok terpilih sebagai bentuk refleksi sekaligus penerapan materi yang telah dipelajari.
Pada akhirnya, setiap tantangan adalah ruang untuk bertumbuh. Melalui Skill Improvement 2026, diharapkan setiap fungsionaris mampu membawa pulang bukan hanya pengetahuan, tetapi juga keberanian untuk beradaptasi, ketangguhan dalam menghadapi tekanan, dan semangat untuk terus berkembang.
