
FEBUPNVJ – Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ) kembali mengharumkan nama institusi di tingkat nasional. Tim The Foresthree yang terdiri atas Muhammad Tegar Belgama, Siti Masruro Islamiyah, dan Inggita Eka Wahyuni berhasil meraih Juara III pada Accounting Competition (ACCTION) 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Sharia Accounting Festival (SHAFEST) 2026. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan ini berlangsung secara hybrid, dimulai dari babak penyisihan daring pada 23 Mei 2026 hingga babak final luring pada 7 Juni 2026 di Kampus 2 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Prestasi tersebut menjadi bukti kemampuan mahasiswa FEB UPNVJ dalam bersaing pada ajang akademik nasional yang menuntut penguasaan ilmu akuntansi secara komprehensif. Tim The Foresthree yang seluruh anggotanya berasal dari Program Studi S1 Akuntansi berhasil menembus tiga besar setelah melalui serangkaian tahapan kompetisi yang ketat dan kompetitif.
Accounting Competition (ACCTION) 2026 mengusung tema “Challenge the Balance: Think Critical, Act Professional”. Kompetisi ini dirancang untuk menguji kemampuan konseptual, ketepatan analisis, kecepatan berpikir, serta keterampilan pemecahan masalah di bidang akuntansi. Pada babak penyisihan, seluruh peserta menghadapi 100 soal pilihan ganda yang harus diselesaikan dalam waktu 100 menit. Hanya tiga tim dengan perolehan nilai tertinggi yang berhak melaju ke babak final.
Persaingan semakin ketat pada babak final yang terdiri atas tiga sesi, yaitu True or False, Cepat Tepat, dan Analisis Studi Kasus Ekonomi Aktual. Pada sesi terakhir, peserta dituntut menyusun analisis dan mempresentasikan solusi di hadapan dewan juri dalam waktu yang terbatas. Kemampuan berpikir kritis, ketelitian, dan kerja sama tim menjadi faktor penentu keberhasilan para finalis.
Ketua Tim The Foresthree, Muhammad Tegar Belgama, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraih bersama rekan satu timnya. Menurutnya, keberhasilan meraih posisi tiga besar pada kompetisi nasional merupakan hasil dari proses belajar, disiplin, dan kerja sama yang konsisten.
“Kami merasa sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Menghadapi kompetisi nasional dengan membawa nama almamater selalu memberikan tantangan tersendiri. Berhasil meraih posisi tiga besar menjadi bukti bahwa usaha, kerja keras, dan komitmen yang kami lakukan selama masa persiapan memberikan hasil yang membanggakan,” ujarnya.
Untuk menghadapi kompetisi tersebut, tim melakukan persiapan secara intensif dan terstruktur. Materi yang dipelajari mencakup berbagai bidang, mulai dari Pengantar Akuntansi, Akuntansi Keuangan Menengah, Perpajakan, Pengauditan, Akuntansi Keuangan Lanjutan, Akuntansi Biaya, hingga Akuntansi Sektor Publik. Pembagian tugas sesuai kompetensi masing-masing anggota serta komunikasi yang efektif menjadi strategi utama dalam memperkuat sinergi tim.
Proses menuju podium juara tidak berjalan tanpa hambatan. Tim harus membagi waktu antara persiapan kompetisi dengan padatnya aktivitas akademik pada semester empat. Selain itu, mereka juga perlu beradaptasi dengan formasi tim yang relatif baru serta memperdalam sejumlah materi yang belum banyak dipelajari sebelumnya, khususnya Akuntansi Sektor Publik.
Berbagai tantangan tersebut justru menjadi ruang pembelajaran yang berharga. Melalui kerja sama yang solid, setiap anggota saling melengkapi dan memberikan dukungan sehingga mampu menjaga fokus serta performa terbaik selama kompetisi berlangsung. Pengalaman tersebut turut membentuk ketahanan mental dan kemampuan analitis yang semakin kuat.
Keberhasilan The Foresthree Team juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak di lingkungan FEB UPNVJ. Para dosen pembimbing memberikan arahan akademik, pendalaman materi, serta masukan strategis yang membantu tim dalam mempersiapkan diri menghadapi seluruh tahapan kompetisi. Dukungan dari sesama mahasiswa dan lingkungan akademik yang kondusif turut menjadi faktor penting dalam mendorong lahirnya prestasi tersebut.
Bagi tim, partisipasi dalam ACCTION SHAFEST 2026 memberikan pelajaran bahwa keberanian untuk keluar dari zona nyaman merupakan langkah awal menuju pencapaian yang lebih tinggi. Mereka berharap pengalaman ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri dan aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik.
“Jangan pernah takut mencoba meskipun merasa belum sepenuhnya siap. Setiap tantangan adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang. Dengan kerja keras, strategi yang tepat, dan kerja sama tim yang kuat, peluang untuk meraih prestasi akan selalu terbuka,” pesan Muhammad Tegar Belgama.
