FEBUPNVJ – Bulan Ramadhani Kirana Boedianto (2410112064), mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), berhasil meraih penghargaan The Most Outstanding Delegate dalam ajang The 25th Indonesia Capital Market Student Studies (ICMSS) yang diselenggarakan oleh Management Student Society FEB Universitas Indonesia.

Kompetisi tingkat internasional yang berlangsung sejak 1 Desember 2025 hingga 12 Februari 2026 ini mempertemukan delegasi mahasiswa dari berbagai universitas dalam ajang Equity Research Competition yang menguji kedalaman analisis pasar modal, kualitas penulisan riset, serta kemampuan mempertahankan argumentasi investasi secara komprehensif di hadapan dewan juri.

Penghargaan Most Outstanding Delegate diberikan kepada peserta dengan performa individu paling menonjol sepanjang rangkaian acara. Penilaian dilakukan berdasarkan kualitas riset, keaktifan dalam forum diskusi akademik, kemampuan presentasi, serta ketenangan dan ketajaman dalam menjawab pertanyaan juri.

Bulan menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari proses panjang yang tidak dilalui seorang diri.

“Penghargaan ini bukan hanya tentang saya sebagai individu, tetapi tentang perjalanan dan dukungan banyak pihak. Setiap sesi mentoring, latihan presentasi, serta diskusi mendalam mengenai riset menjadi fondasi penting dalam kompetisi ini. Saya sangat bersyukur bisa tumbuh bersama tim dan komunitas yang luar biasa.”

Keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi bersama tim Kepsir Capital, yaitu Danish Satrio Hartadi Syahlawana dan Divo Azriel Hakim, yang bersama-sama membangun diskusi strategis dan memperkuat kualitas analisis selama kompetisi berlangsung.

Dukungan penuh juga datang dari tim Rebellians Capital, yaitu Khansa Aryobagas Setiawan, Aprilia Herlina Ariyani, dan Rafa Daniswara Harimurty, yang senantiasa memberikan evaluasi kritis, simulasi presentasi, serta masukan strategis dalam proses persiapan.

Selain itu, KSPM UPN Veteran Jakarta turut memberikan mentoring dan pendampingan intensif hingga tahap akhir kompetisi.

Bagi Bulan, penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan refleksi dari konsistensi, kerja keras, dan kekuatan kolaborasi. Ketika tekanan kompetisi terasa tinggi, ia memilih untuk tetap fokus, memperkuat argumen, dan menjadikan setiap tantangan sebagai ruang belajar.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa dengan ketekunan dan dukungan komunitas yang solid, mahasiswa Indonesia mampu bersaing dan menunjukkan kualitasnya di tingkat internasional.

Share :