FEBUPNVJ – Enterprise Development Center (EDC) FEB Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) sukses menyelenggarakan Business Idea Challenge (BIC) 2026 dengan tema “Unlocking local potential through innovation“, sebagai bagian dari rangkaian EDC Business Festival (EBIFEST) 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (30/09/2026) di Auditorium FK Lt 3, UPN “Veteran” Jakarta Pondok Labu.

Ajang tahunan ini menjadi wadah kompetisi bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan dalam merancang ide bisnis yang kreatif, solutif, dan adaptif terhadap tantangan dunia usaha. BIC 2026 mempertandingkan dua kategori, yaitu Business Plan Competition (BPC) dan Business Case Competition (BCC). Setelah registrasi peserta dibuka pukul 07.00 WIB, acara dimulai sekitar pukul 08.15 WIB dan diikuti oleh delapan tim finalis, yaitu lima tim pada kategori BPC dan tiga tim pada kategori BCC.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Bela Negara. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Irfan Handoko, S.P, M.M sebagaiPembina EDC FEB UPNVJ, Muhammad Rafi Syahputra selaku President EDC 2026, dan Muhammad Adly Dinnur Rahman, selaku Project Officer EBIFEST 2026. Dalam sambutannya, menekankan bahwa ide bisnis yang dikembangkan oleh masing-masing peserta tidak hanya berhenti sebagai gagasan di atas kertas, tetapi juga perlu dikembangkan menjadi bisnis nyata. Menurutnya, ide-ide yang dipresentasikan dalam kompetisi ini memiliki potensi untuk terus tumbuh dan berkembang apabila dijalankan dengan konsisten dan terus disempurnakan.

Sebelum sesi presentasi dimulai, panitia membacakan aturan dan tata tertib lomba serta latar belakang para juri. Penilaian dilakukan oleh dewan juri dari berbagai latar belakang akademik dan profesional, yaitu Irfan Walhidayah, S.Kom., M.T., CBP. (Founder & CEO Rudaya – Connect The Art), – Adinda Farhana, ST, MSM, MBA (Dosen Banking and Finance & Compliance Consultant di industri keuangan), dan Princhita Nabila Maram Pahlawan, S.M., M.Sc. Para juri memberikan masukan mengenai inovasi, kelayakan bisnis, dan potensi pengembangan ide peserta.

Sesi perlombaan dibuka dengan kategori BPC. Setiap tim mempresentasikan rencana bisnisnya selama sepuluh menit, kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab selama lima menit bersama dewan juri. Setelah seluruh presentasi BPC selesai, peserta beristirahat sejenak sebelum memasuki kategori BCC. Pada kategori BCC, tiga tim finalis mempresentasikan solusi atas studi kasus bisnis selama sepuluh menit, dilanjutkan tanya jawab selama sepuluh menit dengan juri. Sesi tanya jawab yang lebih panjang ini menguji ketajaman analisis dan kelayakan solusi yang ditawarkan masing-masing tim.

Kompetisi berlangsung dinamis dan penuh semangat. Setiap tim berusaha menampilkan performa terbaik dalam sesi presentasi dan menjawab pertanyaan juri secara tajam dan argumentatif. Sejalan dengan tema “Unlocking Local Potential Through Innovation“, kegiatan ini menampilkan beragam ide bisnis yang berakar pada potensi dan kearifan lokal, mulai dari modernisasi heritage fashion, teknologi berbasis sumber daya lokal, kuliner autentik Nusantara, hingga solusi ramah lingkungan khas Nusantara. Pada kategori BCC, para finalis menunjukkan kemampuan mengambil keputusan berbasis data untuk merumuskan strategi atas studi kasus nyata dari perusahaan mitra.

Rangkaian kompetisi ditutup dengan penyerahan plakat dan sesi dokumentasi, kemudian peserta dan tamu undangan dimobilisasi menuju Future Entrepreneurs Forum. Sesi ini berupa seminar dan talkshow yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari audiens.

Sesi perlombaan dibuka dengan kategori BPC. Setiap tim mempresentasikan rencana bisnisnya selama sepuluh menit, kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab selama lima menit bersama dewan juri. Lima tim BPC yang tampil adalah Kopkus (Universitas Indonesia), Tes Doa Ibu (Universitas Indonesia), Cari Berkah (Universitas Padjadjaran), Bentar Lagi Menang (Universitas Udayana), dan Vistara (UPN “Veteran” Jawa Timur). Setelah seluruh presentasi BPC selesai, peserta beristirahat sejenak sebelum memasuki kategori BCC.

Pada kategori BCC, tiga tim finalis mempresentasikan solusi atas studi kasus bisnis selama sepuluh menit, dilanjutkan tanya jawab selama sepuluh menit dengan juri. Tiga tim yang tampil adalah Ubi Ungu (UPN “Veteran” Jakarta), Win With Z (UPN “Veteran” Jakarta), dan GMC (Universitas Gunadarma). Sesi tanya jawab yang lebih panjang ini menguji ketajaman analisis dan kelayakan solusi yang ditawarkan masing-masing tim.

Setelah melalui proses penilaian yang ketat dan diskusi intens, dewan juri mengumumkan para pemenang Business Plan Competition (BPC) dan Business Case Competition (BCC). Pada kategori BPC, Juara 1 diraih oleh Vistara, Juara 2 oleh Kopkus, Juara 3 oleh Bentar Lagi Menang, Harapan 1 oleh Cari Berkah, dan Harapan 2 oleh Tes Doa Ibu. Sementara itu, pada kategori BCC, Juara 1 diraih oleh Win With Z, Juara 2 oleh Ubi Ungu, dan Juara 3 oleh GMC. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama, penyerahan penghargaan, serta apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat inovatif, kreativitas, dan jiwa kompetitif selama rangkaian kompetisi.. Melalui kegiatan ini, EDC FEB UPN “Veteran” Jakarta terus menegaskan komitmennya dalam

Share :