FEBUPNVJ – Himpunan Mahasiswa (HIMA) S1 Ekonomi Syariah Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta menyelenggarakan hari pertama Masa Bimbingan Ekonomi Syariah (MABIM) 2026 pada Jumat (18/9/2026). Mengusung tema “SOURCE: Sharia Outstanding University Resources for Community Empowerment”, kegiatan ini menjadi ruang pengenalan bagi mahasiswa baru terhadap lingkungan perkuliahan, Program Studi S1 Ekonomi Syariah, organisasi mahasiswa, serta berbagai kompetensi yang perlu dikembangkan selama menjalani pendidikan tinggi.

MABIM diawali dengan sambutan Ketua Pelaksana, Rasyad Athaya Arju. Ia menjelaskan bahwa MABIM menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan perkuliahan, memahami etika sebagai mahasiswa, serta mengenal lebih dekat lingkungan akademik Ekonomi Syariah. Tema SOURCE dimaknai sebagai gambaran mahasiswa sebagai sumber daya yang dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Melalui MABIM, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal lingkungan perkuliahan, tetapi juga berani mencoba hal baru, menggali potensi diri, dan mulai membangun kontribusi bagi lingkungan,” ujar Rasyad.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPNVJ, Praptiningsih, dalam sambutannya menekankan pentingnya proses adaptasi mahasiswa terhadap program studi dan kurikulum. Mahasiswa baru didorong memanfaatkan pendampingan dari dosen maupun mahasiswa tingkat atas agar dapat memahami proses akademik sekaligus mengembangkan kemampuan selama menjalani perkuliahan.

Selain aspek akademik, Praptiningsih mendorong mahasiswa untuk aktif dalam organisasi, mengembangkan kompetensi, serta membangun rekam prestasi. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan kampus dari perundungan dan pelecehan, serta menerapkan etika dan nilai-nilai bela negara sebagai bagian dari identitas mahasiswa UPN “Veteran” Jakarta.

Memasuki sesi akademik, Koordinator Program Studi Ekonomi Syariah UPNVJ, Fadhli Suko Wiryanto, S.Pd., M.Si., menyampaikan materi mengenai etika dan kurikulum Program Studi S1 Ekonomi Syariah. Ia menjelaskan bahwa program studi terus mengembangkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri melalui integrasi ekonomi modern, teknologi digital, dan prinsip-prinsip syariah. Informasi tersebut sejalan dengan arah pengembangan Prodi Ekonomi Syariah UPNVJ yang menyiapkan lulusan untuk menghadapi dinamika industri halal dan ekonomi digital.

Fadhli juga memperkenalkan lingkungan akademik dan dosen kepada mahasiswa baru serta menekankan pentingnya etika dalam berkomunikasi dan berpenampilan di lingkungan kampus. Mahasiswa didorong untuk tidak membatasi pilihan karier, melainkan memperluas keterampilan dan relasi sebagai bekal memasuki dunia kerja. Profil lulusan Prodi Ekonomi Syariah UPNVJ antara lain diarahkan pada bidang analisis ekonomi dan ekonomi syariah, penelitian ekonomi dan keuangan syariah, serta kewirausahaan di industri halal.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan HIMA S1 Ekonomi Syariah yang disampaikan oleh Ketua HIMA S1 Ekonomi Syariah 2026, Rajwa Alvaro Riandya. Ia memperkenalkan filosofi “Cakra Mandala”, dengan Cakra sebagai poros nilai dan Mandala sebagai ruang kebersamaan. Filosofi tersebut menggambarkan arah gerak organisasi yang selaras, inklusif, dan berkelanjutan.

Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan bidang-bidang dalam HIMA, tugas, serta program kerja organisasi. Pengenalan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami ruang pengembangan minat, kemampuan kepemimpinan, dan arah karier selama menjalani masa studi.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dimas Novansyah mengenai Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Ekonomi Syariah. DPM diperkenalkan sebagai lembaga yang menjalankan fungsi pengawasan terhadap HIMA dalam pelaksanaan program kerja dan evaluasi organisasi. DPM Ekonomi Syariah yang diresmikan pada tahun ini membawa visi untuk mewujudkan lembaga yang aspiratif, transparan, dan adaptif melalui evaluasi yang bernilai.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa baru juga dikenalkan dengan filosofi logo DPM, termasuk simbol bintang lima yang merepresentasikan Rukun Islam sebagai salah satu unsur identitas organisasi.

Penguatan perspektif pengembangan diri kemudian disampaikan oleh perwakilan Ikatan Alumni Ekonomi Syariah, Hario Daffa, S.E. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada perkuliahan dan indeks prestasi kumulatif (IPK), tetapi juga aktif memperkaya pengalaman dan membangun relasi. Kemampuan berbahasa Inggris juga disoroti sebagai salah satu kompetensi yang perlu dikembangkan untuk memperluas peluang mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja.

Rangkaian MABIM Ekonomi Syariah 2026 hari pertama menjadi bagian dari proses pengenalan mahasiswa baru terhadap lingkungan akademik dan organisasi sekaligus pembentukan kesiapan menjalani kehidupan perguruan tinggi. Melalui pembekalan akademik, etika, organisasi, relasi, dan pengembangan kompetensi, mahasiswa diharapkan mampu mengenali potensi diri serta mengembangkan kapasitasnya secara bertahap.

Kegiatan tersebut sejalan dengan upaya FEB UPNVJ dalam mendorong mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan pendukung dan karakter yang diperlukan untuk berkontribusi di masyarakat. Bagi mahasiswa baru Ekonomi Syariah, MABIM menjadi salah satu titik awal untuk mengenal lingkungan akademik, membangun jejaring, dan mempersiapkan diri menjadi sumber daya yang kompeten serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Share :