
FEBUPNVJ — Prestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan disiplin, konsistensi, dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Pesan tersebut disampaikan Nabilla Arinda Pasha, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UPN “Veteran” Jakarta angkatan 2023 sekaligus atlet pencak silat, dalam sesi inspiratif Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FEB UPNVJ 2026 di Balai Komando Cijantung, Jakarta Timur pada Kamis (13/8/2026).
Nabilla menceritakan perjalanan dirinya menekuni pencak silat sejak duduk di bangku SMP. Ia mengaku pada awalnya tidak memiliki ketertarikan khusus terhadap olahraga tersebut. Namun, keinginan untuk menemukan minat dan menentukan arah yang ingin ditempuh membuatnya mulai serius berlatih.
Menurut Nabilla, niat dan tujuan menjadi fondasi penting dalam membangun konsistensi. Keikutsertaannya dalam berbagai kejuaraan kemudian menjadi bagian dari proses untuk mengembangkan kemampuan, baik secara fisik maupun mental.
“Awalnya saya punya target dan niat. Jadi, konsisten dulu untuk latihan. Dari situ biasanya motivasi akan muncul sendiri,” ujar Nabilla.
Ia menjelaskan bahwa target jangka pendek dapat dimulai dari hal sederhana, seperti meningkatkan kemampuan fisik, mental, dan teknik. Setelah itu, target jangka panjang dapat diarahkan pada pencapaian yang lebih tinggi, termasuk berkompetisi di tingkat provinsi maupun nasional.
Nabilla juga mengakui bahwa perjalanan meraih prestasi tidak selalu berjalan mudah. Rasa takut gagal dan keraguan dapat muncul ketika menghadapi kompetisi. Namun, ia memilih menjadikan pencapaian orang lain sebagai motivasi, bukan sebagai alasan untuk menyerah.
“Ketika melihat teman-teman sudah juara lebih dahulu di bidang yang sama ataupun bidang lain, justru itu menjadi motivasi untuk berusaha semaksimal mungkin mencapai target,” katanya.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Nabilla adalah ketika mengikuti pertandingan berjenjang tingkat provinsi. Persiapan dilakukan secara intensif, bahkan ketika berada dalam kondisi berpuasa. Ia sempat meragukan kemampuan dirinya karena melihat peserta lain memiliki persiapan yang tampak lebih matang. Namun, hasil pertandingan justru membawanya meraih kemenangan.
Pengalaman tersebut semakin bermakna karena keberhasilan tidak hanya dirasakan secara pribadi. Bersama rekan-rekan satu tim, Nabilla turut membawa medali dan mengharumkan nama UPNVJ ketika berhadapan dengan perguruan tinggi lain.
Ketika ditanya mengenai cara menghadapi kegagalan, Nabilla menekankan pentingnya mengelola waktu dan tetap menjalankan tanggung jawab. Baginya, kegagalan merupakan bagian dari proses yang tidak seharusnya membuat mahasiswa takut untuk mencoba.
“Jangan takut gagal. Yang penting kita terus belajar dan tahu bagaimana mengatur waktu dengan baik,” tuturnya.
Kisah Nabilla menjadi gambaran bahwa prestasi dapat dibangun sejak mahasiswa mulai berani menentukan tujuan. Bagi mahasiswa baru FEB UPNVJ, konsistensi dalam menjalani proses, keberanian menghadapi tantangan, serta kemauan untuk terus mengevaluasi diri menjadi bekal penting untuk berkembang di lingkungan akademik maupun nonakademik.
