
FEBUPNVJ – Optimalisasi data menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan transformasi bisnis di era digital. Hal tersebut disampaikan oleh M. Abdurrohman Alhafidz, CEO Id Metafora, saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional dan Call for Papers Business, Economics, Management, and Accounting (BIEMA) 9th yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ), Rabu (29/7/2026), di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika UPNVJ. Dalam paparannya, ia mengangkat tema “Optimalisasi Data untuk Mendorong Inovasi Model Bisnis Berkelanjutan” sebagai strategi menghadapi dinamika ekonomi digital.
Menurut Abdurrohman, tantangan utama yang masih dihadapi banyak organisasi bukan hanya pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada pengelolaan data yang belum terintegrasi. Kondisi tersebut menyebabkan perusahaan kesulitan memperoleh informasi bisnis secara akurat dan real time sehingga berdampak pada efektivitas operasional maupun proses pengambilan keputusan.
Ia menjelaskan bahwa sistem yang berdiri sendiri di setiap divisi sering kali menghambat komunikasi dan kolaborasi antarfungsi. Akibatnya, pertukaran data menjadi tidak efisien, sementara kebutuhan bisnis saat ini menuntut kecepatan dan ketepatan dalam merespons perubahan pasar. Tanpa dukungan data yang cepat dan akurat, perusahaan akan menghadapi kesulitan dalam menentukan keputusan strategis.
Sebagai solusi, Abdurrohman memperkenalkan konsep Integrated Information System atau Enterprise Resource Planning (ERP) yang menghubungkan seluruh proses bisnis ke dalam satu sistem terpadu. Melalui integrasi tersebut, berbagai fungsi perusahaan, mulai dari purchasing, pergudangan, point of sales, customer relationship management (CRM), keuangan, akuntansi, perpajakan, pemasaran, legal, audit, hingga business intelligence, dapat saling terhubung menggunakan satu sumber data yang sama.
Ia juga memaparkan bahwa pengembangan ERP saat ini telah terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT) dan smart contract untuk meningkatkan efisiensi proses bisnis. Dengan sistem yang terhubung, pimpinan perusahaan dapat memantau laporan dari seluruh departemen melalui satu dasbor sehingga proses monitoring dan pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, akurat, dan berbasis data.
Dalam paparannya, Abdurrohman mengutip pandangan Phil Simon yang menyatakan, “Organizations with broken systems typically suffer from broken business processes and vice versa.” Kutipan tersebut menegaskan bahwa kualitas proses bisnis sangat dipengaruhi oleh kualitas sistem informasi yang digunakan organisasi. Oleh karena itu, transformasi digital tidak cukup hanya dengan mengadopsi teknologi baru, tetapi juga harus dibangun melalui integrasi sistem yang mampu menghasilkan data yang konsisten dan dapat dipercaya.
Melalui sesi ini, peserta BIEMA 9th memperoleh wawasan mengenai pentingnya membangun tata kelola data yang terintegrasi sebagai fondasi inovasi model bisnis berkelanjutan. Materi yang disampaikan memberikan gambaran bahwa pemanfaatan teknologi digital bukan sekadar mendukung efisiensi operasional, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan daya saing organisasi di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin dinamis.
Kehadiran praktisi industri seperti M. Abdurrohman Alhafidz dalam BIEMA 9th menjadi bagian dari komitmen FEB UPNVJ untuk menghadirkan perspektif yang menghubungkan teori akademik dengan praktik bisnis. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri, FEB UPNVJ terus mendorong lahirnya inovasi, riset terapan, serta pengembangan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan transformasi ekonomi berbasis digital.
