FEBUPNVJ – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menggelar kegiatan Penyempurnaan Dokumen Kurikulum dan Pedoman Akademik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 15–17 Juli 2026, ini diikuti oleh seluruh program studi di lingkungan FEB UPN “Veteran” Jakarta dengan menghadirkan Prof. Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.T., Tim Ahli Kurikulum Pendidikan Tinggi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, sebagai narasumber utama.

Kegiatan dibuka oleh Dekan FEB UPN “Veteran” Jakarta, Dr. Jubaedah, S.E., M.M., yang menegaskan bahwa pembaruan kurikulum merupakan langkah strategis untuk menjaga kualitas proses pendidikan di perguruan tinggi. Menurutnya, kurikulum menjadi fondasi utama dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan zaman.

“Kurikulum merupakan jantung dari penyelenggaraan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, pemutakhiran ini menjadi bagian dari komitmen kita agar proses pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa tetap relevan dengan kebutuhan industri, baik pada masa kini maupun masa depan,” ujar Dr. Jubaedah.

Pada sesi utama, Prof. Syamsul Arifin memaparkan konsep Outcome-Based Education (OBE) sebagai pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian hasil belajar (learning outcomes) yang jelas, terukur, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja serta kehidupan bermasyarakat. Melalui pendekatan ini, setiap komponen pembelajaran dirancang untuk memastikan mahasiswa memiliki kompetensi yang dibutuhkan setelah menyelesaikan pendidikan.

Dalam paparannya, Prof. Syamsul menjelaskan bahwa implementasi OBE tidak hanya berfokus pada penyusunan kurikulum, tetapi juga mencakup keseluruhan proses pembelajaran melalui siklus perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) yang terdiri atas empat tahapan utama. Tahap Plan (P) meliputi pengembangan desain kurikulum dan penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Selanjutnya, tahap Do (D) dilaksanakan melalui proses pembelajaran sesuai RPS dengan menerapkan paradigma Student-Centered Learning (SCL). Tahap Check (C) dilakukan melalui penilaian dan evaluasi yang mendorong tercapainya Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), sedangkan tahap Act (A) merupakan tindak lanjut berupa penyempurnaan dan perbaikan kurikulum secara berkesinambungan berdasarkan hasil evaluasi.

Selain aspek akademik, implementasi OBE juga didukung oleh tata kelola kelembagaan yang kuat. Hal tersebut mencakup pengelolaan sumber daya yang efektif, pemanfaatan Sistem Informasi Akademik (SIA) sebagai pendukung implementasi OBE, penguatan sistem penjaminan mutu dan monitoring evaluasi, pelaporan yang akuntabel, hingga pengembangan inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Usai sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan agenda kerja mandiri yang diikuti oleh masing-masing program studi. Pada sesi ini, setiap program studi melakukan penyempurnaan dokumen kurikulum dan Pedoman Akademik sesuai karakteristik keilmuan masing-masing, dengan mengacu pada kebijakan nasional, prinsip Outcome-Based Education, serta kebutuhan para pemangku kepentingan.

Selama tiga hari pelaksanaan, tim dari setiap program studi melakukan pembahasan mendalam terhadap profil lulusan, capaian pembelajaran, struktur kurikulum, mata kuliah, hingga penyelarasan dokumen akademik agar memenuhi standar mutu pendidikan tinggi sekaligus mendukung proses akreditasi dan peningkatan daya saing lulusan.

Share :