
FEBUPNVJ – Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ) menggelar Forum Diskusi Internal (Brown Bag Seminar) Proposal Penelitian Dosen Berbasis Scopus pada Selasa (10/2/2026), di ruang kelas doktoral FEB. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas proposal penelitian dosen agar mampu menembus jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus. Forum ini diikuti dosen CPNS dan dosen PNS baru sebagai langkah strategis membangun fondasi riset dan publikasi internasional sejak awal karier akademik. Melalui mekanisme pemaparan proposal dan diskusi ilmiah bersama dua discussants, kegiatan ini menjadi ruang penguatan budaya akademik dan dukungan penelitian berkelanjutan.
Forum ini dirancang sebagai wadah evaluasi substantif terhadap proposal penelitian dosen. Setiap peserta mempresentasikan rancangan risetnya, kemudian memperoleh masukan konstruktif dari dua penelaah serta peserta forum. Model diskusi terbuka ini mendorong ketajaman analisis, penguatan metodologi, dan kejelasan kontribusi ilmiah sebelum proposal diarahkan ke jurnal target Q1 atau Q2.

Dalam pembahasan, salah satu penekanan utama adalah pentingnya mengangkat fenomena aktual yang memiliki implikasi akademik dan praktis. Fenomena penelitian tidak hanya ditempatkan sebagai latar belakang normatif, melainkan sebagai research motivation yang menjelaskan urgensi studi. Penelitian yang kuat harus menunjukkan relevansi kontekstual serta nilai kebaruan yang signifikan.
Aspek research gap dan kontribusi penelitian juga menjadi perhatian utama. Kesenjangan riset dapat bersumber dari ketidakkonsistenan temuan empiris, keterbatasan metodologi sebelumnya, perbedaan konteks, maupun variasi pengukuran variabel. Kontribusi penelitian diharapkan terjabarkan secara eksplisit, baik secara teoretis, metodologis, maupun praktis, sehingga memperkuat posisi artikel pada jurnal internasional bereputasi.
Dari sisi data, forum menekankan pentingnya karakteristik data yang memiliki daya tarik akademik, seperti jumlah observasi besar, data longitudinal atau panel, hingga penggunaan data lintas negara. Dalam konteks penelitian lintas negara, peserta didorong memanfaatkan pendekatan seperti dummy country untuk menguji perbedaan efek antarnegara guna memperluas implikasi internasional. Namun demikian, data lokal tetap relevan sepanjang memiliki keunikan konteks dan justifikasi ilmiah yang kuat.
Apabila menghadapi keterbatasan data, dosen dianjurkan memperkuat desain metodologi, termasuk melalui pendekatan mixed methods atau rancangan penelitian komprehensif. Selain itu, inovasi dalam pengukuran variabel, seperti penyusunan indeks komposit atau pengembangan konstruk baru berbasis literatur mutakhir, dinilai mampu meningkatkan kebaruan penelitian.
Kredibilitas hasil penelitian juga menjadi fokus melalui penekanan pada robustness test dan sensitivity analysis. Penggunaan pengukuran alternatif, analisis sub-sampel, variasi periode pengamatan, atau model estimasi berbeda diperlukan untuk memastikan konsistensi temuan. Operasionalisasi variabel harus selaras dengan tujuan penelitian dan didukung referensi yang relevan serta terkini.

Forum turut membahas strategi peningkatan kontribusi teoretis melalui penambahan variabel moderasi yang memiliki landasan teori kuat. Namun, kompleksitas model harus tetap proporsional dan tidak mengaburkan fokus penelitian. Para peserta juga diarahkan untuk menjawab pertanyaan kunci dalam target jurnal internasional: “What is the international lesson or implication of this study?” sebagai tolok ukur daya saing global riset.
Konteks spesifik seperti perbankan syariah, UMKM, fintech, sektor publik, dan industri tertentu didorong sebagai ruang eksplorasi kebaruan. Spesifikasi konteks yang jelas diyakini mampu memperkaya diskursus internasional, khususnya dalam kajian akuntansi berbasis emerging markets.
