FEBUPNVJ – Himpunan Mahasiswa D3 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ) menyelenggarakan Seminar Business Plan 2026 bertema “From Ideas to Impact: Building Strategic Thinking Through Business Planning” pada Jumat (30/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Dr. Mulyono Sudirman, Lantai 3, Gedung Wahidin Sudirohusodo, UPNVJ ini diikuti mahasiswa D3 Akuntansi serta mahasiswa aktif dari program studi lainnya. Seminar tersebut bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai perencanaan bisnis, pengembangan ide kreatif dan inovatif, serta strategi membangun usaha melalui pengalaman praktis dan kompetisi.

Seminar menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang berbeda, yakni Syifa Nurul Azizah, mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi FEB UPNVJ yang berpengalaman dalam kompetisi Business Plan, serta Lailatul Sa’diah, CEO sekaligus Founder GetReadyForFlight. Keduanya memberikan perspektif mengenai proses pengembangan bisnis, mulai dari merumuskan gagasan hingga merealisasikannya menjadi peluang usaha.

Dalam sesi pertama, Syifa Nurul Azizah membagikan pengalamannya mengikuti berbagai kompetisi Business Plan. Ia menguraikan tahapan yang perlu dipersiapkan, mulai dari pembentukan tim, penentuan ide bisnis, pembagian tugas, penyusunan proposal, hingga pembuatan pitch deck sebagai media presentasi gagasan usaha.

Syifa menekankan pentingnya riset berbasis data dan jurnal ilmiah yang kredibel untuk memperkuat argumentasi serta kelayakan suatu ide bisnis. Mahasiswa juga perlu memahami urgensi produk yang ditawarkan, mengidentifikasi target pasar melalui analisis TAM (Total Addressable Market), SAM (Serviceable Available Market), dan SOM (Serviceable Obtainable Market), serta menyusun proyeksi keuangan secara terukur. Aspek tersebut menjadi dasar dalam menilai potensi dan keberlanjutan sebuah rencana usaha.

Selain aspek teknis, ia mendorong mahasiswa untuk berani mengikuti kompetisi, memperluas jejaring, dan menjadikan kegagalan sebagai bahan evaluasi. Dalam sesi diskusi, peserta turut menggali pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembuatan prototype, kualitas gagasan bisnis, serta kemampuan menyampaikan ide secara meyakinkan saat pitching.

Perspektif berikutnya disampaikan Lailatul Sa’diah yang membagikan pengalaman membangun dan mengembangkan GetReadyForFlight. Ia menekankan bahwa sebuah bisnis sebaiknya berangkat dari kemampuan mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan di lingkungan sekitar. Dengan memahami urgensi persoalan, calon wirausahawan dapat merancang produk atau layanan yang memiliki nilai guna dan relevan dengan kebutuhan pasar.

Menurutnya, keterbatasan modal tidak seharusnya menjadi alasan untuk menunda memulai usaha. Keberhasilan membangun bisnis juga ditentukan oleh kekuatan mental, konsistensi, keberanian menghadapi risiko, serta kemampuan beradaptasi terhadap berbagai tantangan. Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga motivasi dan membangun hubungan kerja sama yang baik agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.

Kedua materi tersebut memberikan pemahaman bahwa perencanaan bisnis tidak berhenti pada penciptaan ide, tetapi membutuhkan riset, strategi, perhitungan, dan kesiapan untuk merealisasikannya. Perpaduan pengalaman kompetisi dan praktik kewirausahaan juga memperlihatkan pentingnya menghubungkan pengetahuan konseptual dengan kondisi nyata dalam dunia usaha.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat dan sertifikat kepada narasumber, sertifikat kepada moderator, serta pemberian penghargaan kepada peserta terbaik. Acara kemudian dilanjutkan dengan dokumentasi bersama narasumber, moderator, panitia, dan peserta.

Melalui Seminar Business Plan 2026, FEB UPNVJ terus mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga kreatif, adaptif, dan berorientasi pada solusi. Sejalan dengan komitmen Dekan FEB UPNVJ, Dr. Jubaedah, S.E., M.M., dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa, kegiatan kemahasiswaan seperti ini menjadi ruang pembelajaran untuk menumbuhkan keberanian berinovasi, membangun kemandirian, serta mempersiapkan generasi muda yang mampu menciptakan peluang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Share :