
FEBUPNVJ – Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) USEFUL Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ) mengajak generasi muda untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan melalui kegiatan USEFUL Goes To School 2026. Kegiatan bertema “Anti-FOMO Club: Smart Spending, Sharia Vibe buat Gen Z Cerdas Finansial” tersebut dilaksanakan di SMA Negeri 49 Jakarta, Jakarta Selatan, pada Jumat (28/8/2026). Sebanyak 40 siswa mengikuti kegiatan ini untuk memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang bijak sesuai prinsip syariah sekaligus menyikapi fenomena Fear of Missing Out (FOMO).
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Lili Puspita Sari, S.E.I., M.E., RIFA selaku Pembina KSEI USEFUL FEB UPNVJ serta Dinar Sunarti, Duta Ekonomi Syariah FoSSEI Jabodetabek 2026. Melalui kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan serta mengambil keputusan keuangan secara sadar dan terencana.
Dalam pemaparannya, Lili Puspita Sari membahas fenomena FOMO yang kerap dialami generasi Z, khususnya dalam aktivitas konsumsi. FOMO merupakan rasa takut tertinggal tren, momen, maupun barang yang sedang populer. Kondisi tersebut dapat mendorong seseorang melakukan pembelian secara impulsif akibat pengaruh media sosial, diskon, flash sale, hingga keinginan memperoleh validasi sosial.
“FOMO itu wajar dan manusiawi, tetapi jangan sampai rasa takut ketinggalan tren membuat kita kehilangan kendali atas keuangan. Sebelum membeli sesuatu, coba tanyakan kembali: ini benar-benar kebutuhan atau hanya keinginan karena ikut-ikutan?” ujar Lili.

Ia menambahkan bahwa generasi muda perlu membiasakan diri untuk sadar terhadap kondisi keuangan, menyusun perencanaan, dan menentukan prioritas. Dengan demikian, keputusan penggunaan uang dapat dilakukan secara lebih bijak serta selaras dengan prinsip syariah.
Lili juga menjelaskan konsep smart spending sebagai cara mengelola keuangan dengan mengeluarkan uang secara sadar, terencana, dan sesuai dengan skala prioritas. Dalam perspektif syariah, peserta diajak untuk menjauhi perilaku israf atau pemborosan, menghindari transaksi yang mengandung riba, serta memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Dinar Sunarti yang memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan cara menyikapi FOMO dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kecerdasan finansial tidak berarti seseorang tidak dapat menikmati uang yang dimiliki, melainkan mampu mengambil keputusan penggunaan uang secara tepat.
“Menjadi cerdas secara finansial bukan berarti kita tidak boleh menikmati hasil dari uang yang kita punya. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa membedakan kebutuhan dan keinginan, mengendalikan diri dari FOMO, serta mengambil keputusan keuangan dengan lebih bijak,” ujar Dinar.
Ia mengingatkan agar keinginan mengikuti tren tidak mengorbankan kondisi keuangan di masa mendatang. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sejak usia sekolah dinilai penting untuk membentuk kebiasaan finansial yang sehat dan bertanggung jawab.
Kegiatan USEFUL Goes To School 2026 juga diisi dengan sesi tanya jawab, sharing, dan kuis interaktif. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta memiliki kesempatan untuk berdiskusi serta menyampaikan pertanyaan terkait materi yang telah diberikan oleh para narasumber.
Melalui kegiatan ini, KSEI USEFUL FEB UPNVJ berupaya memperluas edukasi ekonomi dan keuangan syariah kepada generasi muda. Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk membekali pelajar agar memiliki pemahaman sejak dini mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.
Sejalan dengan komitmen FEB UPNVJ dalam mendukung penguatan literasi dan karakter generasi muda, edukasi keuangan perlu diarahkan tidak hanya pada kemampuan mengelola uang, tetapi juga pada pembentukan nilai dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Dengan semangat anti-FOMO, sadar, terencana, dan berkah, para pelajar diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang semakin cerdas secara finansial serta mampu menerapkan nilai-nilai ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari.
