FEBUPNVJ – Perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) membawa perubahan besar terhadap cara manusia bekerja dan kompetensi yang dibutuhkan di masa depan. Lulusan perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya mengandalkan gelar akademik, tetapi juga terus meningkatkan keterampilan, pengalaman, kemampuan beradaptasi, dan daya pikir kritis.

Hal tersebut disampaikan Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa lulusan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ), Sabtu (29/8/2026).

Dalam materi pembekalannya, Dr. Beny menyoroti berbagai perubahan yang terjadi akibat perkembangan teknologi, transformasi ekonomi, dan penggunaan AI yang semakin luas dalam kehidupan maupun dunia kerja.

Menurutnya, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat dan telah mengubah cara manusia menyelesaikan pekerjaan. Kehadiran berbagai teknologi berbasis AI, termasuk aplikasi seperti ChatGPT, dapat membantu manusia bekerja lebih efektif dan menyelesaikan berbagai tugas dengan lebih cepat.

Namun, perkembangan tersebut juga membawa konsekuensi terhadap kebutuhan tenaga kerja.

AI berpotensi menggantikan sejumlah jenis pekerjaan, sekaligus menciptakan berbagai peluang dan jenis pekerjaan baru. Oleh karena itu, para lulusan perlu mempersiapkan diri agar mampu menghadapi perubahan tersebut.

“Lulusan tidak cukup hanya memiliki gelar. Mereka juga perlu memiliki keterampilan, pengalaman, kemampuan beradaptasi, serta sikap kritis dalam menggunakan teknologi,” ujar Dr. Beny dalam pembekalan tersebut.

Ia menekankan bahwa perkembangan AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman semata. Teknologi perlu dimanfaatkan sebagai alat untuk membantu manusia meningkatkan produktivitas dan menemukan solusi terhadap berbagai persoalan.

Meski demikian, kemampuan berpikir manusia tetap menjadi aspek yang penting. Di tengah perkembangan teknologi, lulusan dituntut untuk memiliki kreativitas dan kemampuan menghasilkan gagasan baru.

“Di era AI, yang dibutuhkan bukan hanya orang yang pintar, tetapi juga individu yang kreatif, aktif, kritis, dan mampu menghasilkan ide baru,” pesannya.

Dr. Beny juga mengingatkan agar teknologi tidak digunakan sebagai pengganti kemampuan berpikir. Para lulusan perlu tetap memiliki kemampuan untuk menganalisis informasi, mempertanyakan berbagai persoalan, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Kemampuan tersebut menjadi penting karena dunia kerja akan terus mengalami perubahan. Pekerjaan dan kompetensi yang dibutuhkan saat ini dapat berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan transformasi ekonomi.

Karena itu, semangat untuk terus belajar menjadi salah satu modal utama bagi generasi muda. Lulusan perlu terbuka terhadap pengetahuan baru, mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, dan menggunakan teknologi secara bijak.

Pembekalan dari Dr. Beny menjadi bagian dari rangkaian kegiatan bagi mahasiswa lulusan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 FEB UPNVJ. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para lulusan mengenai tantangan yang akan dihadapi setelah menyelesaikan pendidikan.

Sebelumnya, Dekan FEB UPNVJ Dr. Jubaedah, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kelulusan bukan merupakan akhir perjalanan, melainkan awal untuk mengambil langkah nyata dan memberikan kontribusi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Melalui kegiatan pembekalan ini, FEB UPNVJ terus memperkuat kesiapan lulusan untuk menghadapi perubahan global. Fakultas memandang kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi perlu didukung oleh integritas, karakter, dan semangat Bela Negara.

Share :
Tags: