
FEBUPNVJ — Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ) 2026 membekali mahasiswa baru dengan wawasan mengenai peran generasi muda dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Materi bertajuk “Generasi Muda untuk Ketahanan Pangan dan Masa Depan Indonesia” disampaikan Bona Kusuma, S.T., M.E., Asisten Deputi Pengelolaan Sarana dan Prasarana Produksi Pertanian, Deputi Koordinasi Bidang Pangan dan Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, di Balai Komando, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (12/8/2026).
Bona menjelaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petani, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda. Ketahanan pangan mencakup ketersediaan, akses, keamanan, keterjangkauan, hingga keberlanjutan pangan. Karena itu, mahasiswa memiliki peluang untuk berkontribusi melalui pendidikan, teknologi, kewirausahaan, maupun inovasi.
Dalam pemaparannya, Bona juga memperkenalkan perkembangan sektor pertanian melalui konsep smart farming yang memanfaatkan sensor, Internet of Things (IoT), data, otomatisasi, dan sistem informasi. Pemanfaatan teknologi tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam transformasi pertanian.
Menurut Bona, Gen Z memiliki posisi strategis karena tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga dapat menjadi entrepreneur, pengguna teknologi, dan agen perubahan. Kontribusi tersebut dapat dilakukan melalui pengembangan teknologi pertanian, pengolahan hasil pertanian, pemasaran digital, logistik, hingga bisnis pangan.
Pemerintah juga mendorong regenerasi sektor pertanian melalui berbagai program, termasuk Petani Milenial dan Brigade Pangan. Keterlibatan generasi muda tidak harus diwujudkan dengan menjadi petani secara langsung, tetapi dapat melalui pengembangan agripreneurship, agri-tech, bisnis pangan, dan inovasi berbasis teknologi.
Bona mengajak mahasiswa mengambil peran melalui tiga langkah, yaitu Learn, Create, dan Contribute. Learn berarti memahami persoalan pangan Indonesia, Create mengubah persoalan menjadi inovasi dan peluang, sedangkan Contribute berarti mulai memberikan kontribusi dan membangun kolaborasi.
Materi tersebut menegaskan bahwa tantangan ketahanan pangan juga dapat menjadi peluang ekonomi bagi generasi muda. Dengan kemampuan membaca persoalan, berpikir kritis, memanfaatkan teknologi, dan menciptakan inovasi, mahasiswa dapat ikut membangun ekosistem pangan yang lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan.
Pembekalan ini sejalan dengan tema PKKMB FEB UPNVJ 2026, “Vidya Yudha: Bertumbuh dengan Perjuangan, Bersiap untuk Masa Depan”. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru didorong untuk tidak hanya memahami persoalan pembangunan, tetapi juga mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu menciptakan solusi dan memberikan kontribusi bagi masa depan Indonesia.
