FEBUPNVJ — Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ) 2026 membekali mahasiswa baru dengan pemahaman mengenai peran strategis Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional. Pembekalan bertajuk “Peran dan Tugas Bank Indonesia” disampaikan Arry Priyanto, Senior Fungsi Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, di Balai Komando, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (12/8/2026). Sesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian PKKMB FEB UPNVJ 2026 bertema “Vidya Yudha: Bertumbuh dengan Perjuangan, Bersiap untuk Masa Depan”. Melalui materi kebanksentralan, mahasiswa baru diajak memahami bagaimana kebijakan bank sentral berpengaruh terhadap stabilitas nilai Rupiah, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan.

Arry menjelaskan bahwa Bank Indonesia merupakan bank sentral Republik Indonesia yang memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas perekonomian. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan uang dan inflasi, tetapi mencakup tiga bidang utama, yakni kebijakan moneter, sistem pembayaran, serta stabilitas sistem keuangan. Bank Indonesia menegaskan bahwa ketiga bidang tersebut perlu dikelola secara terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam materi pengantar kebanksentralan, mahasiswa diperkenalkan dengan perubahan cakupan tujuan Bank Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Bank Indonesia bertujuan mencapai stabilitas nilai Rupiah, memelihara stabilitas Sistem Pembayaran, serta turut menjaga Stabilitas Sistem Keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Bank sentral merupakan lembaga keuangan sentral yang berperan strategis bagi perekonomian suatu negara,” ujar Arry dalam sesi pembekalan tersebut.

Arry selanjutnya memaparkan tiga tugas utama Bank Indonesia. Pertama, menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter secara berkelanjutan, konsisten, dan transparan. Kedua, mengatur dan menjaga kelancaran Sistem Pembayaran. Ketiga, menetapkan dan melaksanakan kebijakan makroprudensial. Ketiga tugas tersebut saling berkaitan dalam menjaga kondisi perekonomian agar tetap stabil sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pada aspek kebijakan moneter, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai instrumen yang digunakan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai Rupiah. Kebijakan tersebut berkaitan dengan pengelolaan suku bunga, nilai tukar, likuiditas, lalu lintas devisa, dan cadangan devisa. Stabilitas nilai Rupiah sendiri mencakup kestabilan harga barang dan jasa yang tercermin melalui inflasi serta kestabilan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang negara lain.

Materi juga menyoroti pentingnya kebijakan makroprudensial dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Kebijakan ini diarahkan untuk mendorong intermediasi yang seimbang, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus memitigasi serta mengelola risiko sistemik. Bank Indonesia juga mengembangkan kebijakan yang mendukung inklusi ekonomi, inklusi keuangan, dan keuangan berkelanjutan.

Sementara itu, dalam bidang sistem pembayaran, Bank Indonesia berperan memastikan transaksi ekonomi dapat berlangsung secara cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Peran tersebut semakin relevan di tengah perkembangan ekonomi digital yang membuat aktivitas masyarakat semakin bergantung pada sistem pembayaran, baik melalui transaksi tunai maupun nontunai. Kerangka kebijakan sistem pembayaran Bank Indonesia juga terus dikembangkan untuk merespons perubahan lingkungan strategis dan perkembangan ekonomi serta keuangan digital.

Mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai kedudukan Bank Indonesia sebagai lembaga negara yang independen. Independensi tersebut diperlukan agar Bank Indonesia dapat menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional, sekaligus tetap menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Dalam pelaksanaan tugasnya, Bank Indonesia tetap memiliki hubungan dan mekanisme pertanggungjawaban dengan lembaga negara serta pemerintah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain fungsi utama sebagai bank sentral, pembekalan turut memperkenalkan peran Bank Indonesia dalam mendukung perkembangan sektor ekonomi masyarakat, termasuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dukungan tersebut antara lain diarahkan pada peningkatan kapasitas kewirausahaan, pembiayaan, klasterisasi, dan digitalisasi UMKM agar mampu berkembang menuju pasar digital dan pasar ekspor.

Bagi mahasiswa baru FEB UPNVJ, pemahaman mengenai kebanksentralan menjadi bekal penting untuk melihat persoalan ekonomi secara lebih komprehensif. Materi tersebut mempertemukan konsep yang dipelajari di perguruan tinggi dengan praktik kebijakan ekonomi nasional, sekaligus mendorong mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara stabilitas moneter, sistem keuangan, sistem pembayaran, dan pertumbuhan ekonomi.

Melalui pembekalan bersama Bank Indonesia, PKKMB FEB UPNVJ 2026 tidak hanya menjadi ruang pengenalan lingkungan akademik, tetapi juga membuka perspektif mahasiswa baru mengenai peran mereka sebagai calon insan ekonomi yang diharapkan mampu memahami persoalan nasional, beradaptasi terhadap perubahan, serta berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Share :