FEBUPNVJ – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman pada Selasa (30/6). Kunjungan yang dipimpin Dekan FEB Universitas Mulawarman, Dr. Zainal Abidin, S.E., M.M., bersama jajaran pimpinan fakultas tersebut disambut langsung oleh Dekan FEB UPN “Veteran” Jakarta, Dr. Jubaedah, S.E., M.M. Pertemuan ini difokuskan pada penguatan tata kelola akademik melalui diskusi mengenai implementasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Rekognisi Prestasi dan Karya Ilmiah Mahasiswa (RPKIM), serta berbagai inovasi pembelajaran yang telah dikembangkan FEB UPN “Veteran” Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, FEB UPN “Veteran” Jakarta memaparkan kesiapan pelaksanaan program RPL setelah memperoleh persetujuan prinsip untuk penyelenggaraan mulai Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Program ini akan dibuka pada empat program studi, yakni S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S2 Akuntansi, dan S2 Manajemen. Jalur RPL dirancang untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja maupun kompetensi profesional agar memperoleh pengakuan akademik sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai bagian dari persiapan implementasi program, FEB UPN “Veteran” Jakarta juga telah menetapkan skema Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk jalur RPL yang disesuaikan dengan karakteristik layanan akademik. UKT tertinggi pada Program Studi S1 Manajemen ditetapkan sebesar Rp6,4 juta per semester, sedangkan Program Studi S1 Akuntansi sebesar Rp7,1 juta per semester.

Bagi FEB Universitas Mulawarman, pengalaman FEB UPN “Veteran” Jakarta menjadi referensi penting dalam mempersiapkan pembukaan program RPL di institusinya. Diskusi tidak hanya membahas aspek regulasi dan penyusunan kurikulum, tetapi juga strategi mitigasi risiko administrasi, tata kelola, hingga mekanisme penjaminan mutu agar implementasi program dapat berjalan secara efektif.

Topik lain yang mendapat perhatian adalah inovasi kurikulum Program Magister FEB UPN “Veteran” Jakarta yang mulai diterapkan pada kurikulum tahun 2024. Inovasi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan mahasiswa yang mayoritas berasal dari kalangan praktisi dan pekerja, yang jumlahnya mencapai hampir 90 persen. Melalui kebijakan tersebut, mahasiswa diberikan alternatif penyelesaian studi melalui proyek akhir (capstone project) yang aplikatif sebagai pengganti tesis konvensional.

Meskipun berbasis proyek, mahasiswa tetap diwajibkan menyusun laporan ilmiah yang memenuhi standar akademik, meliputi pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi, hasil studi, hingga rekomendasi strategis. Salah satu implementasi yang berhasil adalah karya mahasiswa Program Magister Akuntansi berupa aplikasi audit berbasis website yang dikembangkan untuk menyempurnakan keterbatasan aplikasi Atlas. Inovasi tersebut direncanakan akan didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan dikembangkan sebagai media pembelajaran pada praktikum audit Program Sarjana maupun Diploma.

Pada kesempatan yang sama, FEB UPN “Veteran” Jakarta juga memaparkan implementasi Rekognisi Prestasi dan Karya Ilmiah Mahasiswa (RPKIM) yang menjadi salah satu strategi mendorong budaya berprestasi. Hingga saat ini, mahasiswa FEB telah mencatatkan lebih dari 800 prestasi di berbagai tingkat kompetisi. Prestasi mahasiswa tersebut dapat dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS), misalnya mahasiswa yang lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) memperoleh konversi sebesar tiga SKS. Selain itu, mahasiswa yang berhasil memublikasikan karya ilmiah minimal pada jurnal terakreditasi SINTA 3 dapat memperoleh pengakuan sebagai pemenuhan tugas akhir sesuai ketentuan akademik yang berlaku.

Prestasi FEB UPN “Veteran” Jakarta juga tercermin melalui penyelenggaraan kompetisi internasional Ecofest yang melibatkan peserta dari tujuh negara. Kegiatan tersebut berhasil meraih penghargaan Gold Winner sebagai penyelenggara acara terbaik, sekaligus memperkuat posisi fakultas dalam penyelenggaraan kegiatan akademik bertaraf internasional.

Sementara itu, FEB Universitas Mulawarman menyampaikan bahwa saat ini fakultas mengelola sembilan program studi dan tengah mempersiapkan pembukaan Program Doktor (S3) Ilmu Manajemen. Fakultas tersebut juga memiliki keunggulan pada bidang riset Tropical Studies yang didukung keberadaan hutan pendidikan seluas sekitar 10.000 hektare di kawasan Bukit Soeharto sebagai laboratorium alam untuk pengembangan penelitian multidisiplin.

Share :