
FEBUPNVJ – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menerima kunjungan benchmarking dari Inspektorat VI Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada Kamis (9/4/2026) di ruang rapat FEB UPNVJ. Kegiatan ini membahas penguatan pengelolaan kinerja dosen yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan guna mendukung peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi. Pertemuan dihadiri pimpinan fakultas dan perwakilan Inspektorat VI, dengan fokus pada praktik baik dalam evaluasi dan pengawasan kinerja akademik.
Dekan FEB UPNVJ, Dr. Jubaedah, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sebagai momentum strategis untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik. Ia menekankan bahwa pengelolaan kinerja dosen tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan beban kerja, tetapi juga mencerminkan kualitas institusi dalam menghasilkan lulusan dan kontribusi keilmuan. “Pengelolaan kinerja dosen harus dilakukan secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan, didukung sistem evaluasi yang kuat serta mekanisme pengawasan yang efektif,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Inspektorat VI Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan Republik Indonesia menyampaikan bahwa pihaknya masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pengembangan sumber daya manusia akademik. Salah satu tantangan utama adalah belum adanya Guru Besar di lingkungan unit kerja tersebut. Namun demikian, terdapat komitmen kuat untuk terus berkembang melalui peningkatan kapasitas dosen, termasuk rencana pengembangan program studi jenjang magister (S2) dan doktor (S3) di masa mendatang.
Dalam diskusi inti, kedua pihak menyoroti pentingnya penguatan sistem evaluasi kinerja dosen yang berbasis indikator terukur dan akuntabel. Selain itu, diperlukan pendampingan khusus bagi dosen yang belum memenuhi standar kinerja, sehingga proses peningkatan kapasitas dapat berjalan lebih efektif dan terarah. Pendampingan ini dinilai menjadi kunci dalam memastikan seluruh dosen mampu memenuhi kewajiban tridarma secara optimal.
Lebih lanjut, kolaborasi antara pimpinan unit dan dosen juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pengelolaan kinerja. Sinergi tersebut perlu dibangun melalui komunikasi yang intensif, pembinaan berkelanjutan, serta inovasi dalam sistem pengelolaan akademik. Inovasi yang dimaksud mencakup pemanfaatan teknologi informasi untuk monitoring kinerja, serta pengembangan skema penghargaan dan evaluasi yang adaptif terhadap dinamika pendidikan tinggi.
