
FEBUPNVJ – Dalam rangka Dies Natalis ke-33, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menggelar talkshow bertajuk Kupas Tuntas Strategi Publikasi di Jurnal Internasional dan Nasional pada Kamis (9/4). Kegiatan ini menghadirkan Kepala Pusat Hukum Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nawawi Asmat, Ph.D., sebagai narasumber utama. Talkshow ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada sivitas akademika terkait pentingnya publikasi ilmiah serta strategi menembus jurnal bereputasi, baik nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Dekan FEB UPN “Veteran” Jakarta, Dr. Jubaedah, S.E., M.M., menegaskan bahwa publikasi ilmiah merupakan indikator utama kualitas akademik perguruan tinggi. Ia menyampaikan bahwa kemampuan dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah yang terpublikasi di jurnal bereputasi tidak hanya meningkatkan rekognisi institusi, tetapi juga memperkuat kontribusi keilmuan bagi masyarakat luas. “Melalui kegiatan ini, kami berharap sivitas akademika FEB semakin termotivasi untuk aktif menulis dan mampu menembus publikasi nasional maupun internasional bereputasi,” ujarnya.

Pada sesi inti, Nawawi Asmat menjelaskan bahwa publikasi jurnal memiliki peran strategis dalam meningkatkan reputasi akademik, mendiseminasikan ilmu pengetahuan, serta menjadi syarat utama kelulusan program magister dan doktor maupun kenaikan jabatan fungsional dosen. Ia menekankan bahwa publikasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari kontribusi nyata akademisi dalam pengembangan ilmu.
Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah tips dalam memilih jurnal yang tepat, di antaranya memastikan kesesuaian antara topik riset dengan ruang lingkup jurnal serta menghindari jurnal dengan cakupan terlalu luas. Selain itu, penting untuk memeriksa indeksasi dan rekam jejak jurnal, terutama melalui platform Web of Science untuk jurnal internasional, serta laman SINTA untuk jurnal nasional. Ia juga mengingatkan agar penulis mewaspadai jurnal predator dengan memahami ciri-ciri yang tidak memenuhi standar akademik.
Khusus untuk publikasi pada jurnal terindeks SINTA, Nawawi menjelaskan bahwa peluang terbit relatif lebih tinggi selama penulis mengikuti masukan reviewer. Proses revisi umumnya berlangsung satu kali, kecuali jika naskah ditolak pada tahap awal. Ia juga mengungkapkan bahwa banyak jurnal SINTA активно membutuhkan manuskrip untuk menjaga keberlanjutan akreditasi, bahkan kerap mengirim undangan kepada penulis. Oleh karena itu, ia menyarankan agar penulisan dilakukan secara kolaboratif dengan kolega yang lebih berpengalaman guna meningkatkan kualitas naskah dan peluang diterima. Selain itu, jurnal SINTA 3 hingga SINTA 6 dinilai lebih mudah ditembus dibandingkan SINTA 1 dan SINTA 2.
Sementara itu, untuk publikasi di jurnal internasional, Nawawi menekankan bahwa penolakan atau major revision merupakan hal yang lazim dalam proses akademik. Ia mendorong penulis untuk menyesuaikan pilihan jurnal dengan kemampuan akademik dan penguasaan bahasa Inggris yang dimiliki. Penting pula untuk mempelajari gaya selingkung jurnal, termasuk karakteristik artikel yang diterima, baik kuantitatif maupun kualitatif. Strategi kolaborasi internasional juga disarankan, terutama dengan peneliti yang memiliki akses pembebasan biaya publikasi (article processing charge/APC). Selain itu, penulis dianjurkan untuk aktif berdiskusi dengan kolega yang telah berhasil publikasi, termasuk dalam mencari rekomendasi layanan proofreading atau penerjemah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FEB UPN “Veteran” Jakarta dalam meningkatkan kapasitas riset dan publikasi ilmiah sivitas akademika. Sejalan dengan arah kebijakan fakultas, penguatan budaya riset dan publikasi terus didorong sebagai upaya meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional maupun global. Dekan FEB UPN “Veteran” Jakarta menegaskan bahwa fakultas akan terus menghadirkan program-program pengembangan kompetensi akademik yang relevan dan berkelanjutan guna mencetak lulusan dan dosen yang unggul serta berdaya saing tinggi.
