FEBUPNVJ – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) resmi menambah satu guru besar di bidang akuntansi keberlanjutan melalui pengukuhan Prof. Dianwicaksih Arieftiara, S.E., Ak., M.Ak., CA., CSRS, pada Rabu (8/4). Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Bela Negara Berbasis Keberlanjutan: Dari Laporan ESG Simbolis ke Laporan ESG Substantif di Era Krisis Ekologis Indonesia”, Prof. Dian menyoroti urgensi transformasi laporan keberlanjutan dari sekadar simbolis menjadi substantif. Pengukuhan ini menegaskan peran strategis FEB UPNVJ dalam pengembangan ilmu akuntansi yang responsif terhadap tantangan lingkungan dan sosial.

Dalam orasinya, Prof. Dianwicaksih mengangkat kegelisahan akademik sekaligus keprihatinan moral atas fenomena kerusakan ekologis yang terus berulang di Indonesia. Ia menyoroti adanya paradoks antara meningkatnya praktik pelaporan keberlanjutan oleh perusahaan dengan realitas bencana ekologis yang masih terjadi, seperti banjir bandang di Sumatra Barat dan Aceh pada akhir 2025. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa laporan keberlanjutan yang disusun belum sepenuhnya mencerminkan praktik keberlanjutan yang sesungguhnya.

Berangkat dari fenomena tersebut, Prof. Dian mengajukan pertanyaan mendasar mengenai fungsi laporan Environmental, Social, and Governance (ESG): apakah benar menjadi mekanisme akuntabilitas atau justru sekadar instrumen legitimasi simbolik. Menurutnya, akuntansi keberlanjutan memiliki posisi strategis untuk menjawab tantangan ini melalui penguatan pengukuran yang akuntabel, pengungkapan yang transparan, serta mekanisme assurance yang independen. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memastikan bahwa klaim keberlanjutan tidak berhenti pada narasi, melainkan mencerminkan praktik bisnis yang bertanggung jawab.

Lebih jauh, Prof. Dian menempatkan isu keberlanjutan dalam perspektif yang lebih luas sebagai bagian dari upaya bela negara. Dalam konteks Indonesia yang kaya sumber daya alam namun rentan terhadap krisis ekologis, integritas tata kelola lingkungan dan sosial menjadi tanggung jawab kolektif. Ia menegaskan bahwa akuntansi keberlanjutan tidak hanya berfungsi sebagai alat pelaporan, tetapi juga sebagai mekanisme tata kelola yang menjaga kebenaran informasi, memperkuat akuntabilitas, dan mendorong praktik korporasi yang berorientasi pada keberlanjutan.

Pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi FEB UPNVJ dalam memperkuat kapasitas akademik dan kontribusi keilmuan di bidang akuntansi keberlanjutan. Kehadiran guru besar di bidang ini diharapkan mampu mendorong pengembangan riset, inovasi kurikulum, serta kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Melalui pengukuhan ini, FEB UPNVJ tidak hanya memperkuat posisi akademiknya, tetapi juga menegaskan perannya dalam mendorong praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Orasi ilmiah yang disampaikan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu akuntansi keberlanjutan sekaligus memperkaya diskursus mengenai peran tata kelola korporasi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan sosial, dan ketahanan bangsa.

Share :