
FEBUPNVJ – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FEB UPNVJ) melalui Kerohanian Islam (Rohis) FEB Al-Jihad menyelenggarakan kegiatan Economic Ramadhan Festival (ERF) 2.0 bertema “Dakwah Lintas Generasi Melalui Meme & Media Digital Ala Gen-Z”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 13 Maret 2026 di Masjid Manba’ul Ulum UPN “Veteran” Jakarta secara luring. Acara ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya metode dakwah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan media digital yang dekat dengan kehidupan Generasi Z.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta yang dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Ashar berjamaah. Setelah itu, acara resmi dibuka oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an yang menghadirkan suasana religius sekaligus menjadi pembuka rangkaian kegiatan Ramadhan tersebut.
Memasuki sesi utama, kegiatan menghadirkan narasumber Ustadz Ahmad Pandu, S.Pd.I yang menyampaikan materi mengenai dakwah lintas generasi serta pemanfaatan media digital sebagai sarana dakwah kreatif. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa karakter Generasi Z yang sangat dekat dengan teknologi dan media sosial menuntut pendekatan dakwah yang lebih inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, dakwah tidak terbatas pada ceramah di mimbar, tetapi dapat dilakukan melalui berbagai cara yang lebih luas dan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. “Dakwah dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti berbicara, menulis kitab atau tulisan, serta melalui perilaku yang baik. Media sosial juga merupakan sebuah privilege dari Allah yang dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan kebaikan. Jika digunakan secara positif dan dengan niat yang ikhlas untuk berdakwah serta mengharap rida Allah, maka media sosial dapat menjadi ladang pahala dan memberikan manfaat yang besar bagi banyak orang,” ujar Ustadz Ahmad Pandu.
Ia juga menyoroti bagaimana meme dan berbagai konten kreatif di media sosial dapat menjadi sarana dakwah yang efektif apabila digunakan secara bijak serta tetap memperhatikan adab dan nilai-nilai syariat Islam. Menurutnya, generasi muda memiliki potensi besar untuk menyampaikan pesan kebaikan melalui kreativitas digital yang mereka miliki.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif antara narasumber dan peserta. Para mahasiswa terlihat antusias mengajukan pertanyaan terkait strategi berdakwah melalui media digital serta batasan etika dalam menyampaikan pesan keislaman di ruang publik digital. Sesi ini memberikan wawasan baru bagi peserta mengenai cara menyampaikan pesan dakwah secara kreatif sekaligus bertanggung jawab.
Sebagai bagian dari penguatan materi, panitia juga mengadakan permainan edukatif yang bertujuan menguji pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Al-Ma’tsurat dan doa penutup, diikuti dengan buka puasa bersama serta salat Maghrib berjamaah.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan salat Isya dan Tarawih berjamaah yang semakin mempererat ukhuwah di antara para peserta. Melalui penyelenggaraan Economic Ramadhan Festival 2.0, diharapkan mahasiswa dapat memahami pentingnya dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai, adab, dan esensi ajaran Islam. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam menyebarkan pesan kebaikan melalui media digital secara bijak, santun, dan bertanggung jawab sehingga tercipta lingkungan kampus yang religius, positif, dan berakhlak mulia.
